Pangdam Jaya Perintahkan Turunkan Baliho, Mantan Danjen Kopassus: TNI Memang Perlu Turun Tangan

  • Whatsapp
Tindakan tegas Pangdam Jaya, Mayjen Dudung Abdurachman, dapat apresiasi mantan Danjen Kopassus/Net

JurnalPatroliNews – Ketegasan Pangdam Jaya, Mayjen TNI Dudung Abdurachman, dengan memerintahkan anak buahnya untuk menurunkan baliho Habib Riziew Shibab dan FPI yang dianggap melanggar aturan masih jadi kontroversi yang di masyarakat.

Ada yang menilai aksi aparat TNI atas perintah Pangdam Jaya itu telah menyalahi tupoksi dari TNI. Karena, urusan penertiban baliho atau spanduk adalah wewenang dari pemerintah daerah dalam hal ini Satpol PP.

Bacaan Lainnya

Seperti yang diungkapkan Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid. Politikus PKS ini menyebut pemerintah seharusnya berpikir untuk bersaing dengan kemajuan negara lain, bukan mengerahkan alat negara ke Petamburan demi sebuah tujuan praktis.

“Kalau komitmennya adalah untuk pelaksanaan protokol kesehatan dan efektivitas atasi Covid-19, mestinya pemerintah tidak bersaing dengan gubernur DKI maupun dengan HRS di Petamburan,” kritik Hidayat.

Namun demikian, tak sedikit pula yang mendukung tindakan Pangdam Jaya tersebut. Salah satunya datang dari mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus), Lodewijk Freidrich Paulus.

Purnawirawan jenderal bintang tiga yang saat ini menjabat Sekjen Partai Golkar itu mengapresiasi langkah Pangdam Jaya. Menurutnya, sikap tegas tersebut tepat dalam rangka menciptakan ketertiban umum.

“Menurunkan atribut yang tidak memiliki izin di tempat umum memang harus dilakukan demi ketertiban. TNI memang perlu turun tangan,” ujar Lodewijk di Jakarta, Sabtu (21/11).

Tak hanya mengakui memerintakan jajaran Kodam Jaya untuk menurunkan baliho Habib Rizieq Shihab, Dudung Abdurachman juga menyatakan ketegasannya untuk membubarkan FPI. 

(rmol)

Pos terkait