Varian Virus Covid-19 India Bisa Dilawan Vaksin Lokal, Ini Hasil Uji Tanding

  • Whatsapp
Foto: BBC.Com

JurnalPatroliNews – Jakarta,–  Vaksin Covid-19 COVAXIN menghasilkan titer penetral (konsentrasi) terhadap semua varian kunci virus corona termasuk B.1.617 dan B.1.1.7, dua yang terdeteksi menyebar cepat pertama, masing-masing, di India dan Inggris. Perusahaan bioteknologi India yang berpusat di Hyderabad, Bharat Biotech, India, mengungkap klaim atas khasiat vaksin yang dikembangkannya itu pada Minggu, 16 Mei 2021.

Ada penurunan dalam kemampuan netralisasi dengan faktor 1,95 diamati terhadap varian B.1.617 dibandingkan dengan varian vaksin D614G.

Bacaan Lainnya

Namun, Direktur Pelaksana Bersama Bharat Biotech, Suchitra Ella, dalam studi yang diterbitkan Clinical Infectious Diseases, Minggu, menyatakan vaksin tetap berada di atas tingkat yang diharapkan dapat melindungi.

Studi uji tanding itu dilakukan bekerja sama dengan National Institute of Virology dan Indian Council of Medical Research. Adapun COVAXIN adalah satu dari tiga vaksin Covid-19 yang saat ini tersedia di negara tersebut.

Bharat Biotech pada bulan lalu memperluas kapasitas produksi COVAXIN menjadi 500 juta dosis per tahun. Bharat Biotech pula yang memasok 20 juta dosis ke “peluncuran nasional” pada bulan lalu.

“Sejak dimulainya pandemi, tim Bharat Biotech telah dengan rajin mengembangkan COVAXIN dan meningkatkan kapasitas manufaktur untuk memenuhi persyaratan kesehatan global,” cuit Ella di akun Twitter-nya, Minggu.

Menurut Ella, peningkatan skala manufaktur telah dilakukan secara bertahap di berbagai fasilitas di Hyderabad dan Bengaluru. Sumber dari dalam perusahaan menyebut fasilitas di Bengaluru diubah untuk bisa menambah 200 juta dosis setiap tahun menjadi total 700 juta dosis setahun.

Kementerian kesehatan India pada pekan lalu mengatakan sedang mengadakan 356 juta dosis vaksin Covid-19 terdiri dari Covishield (276 juta) dan COVAXIN (80 juta). Pesanan telah dilakukan dalam beberapa tahap—untuk fase 2, pemerintah pusat memberi pesanan 20 juta dosis COVAXIN, yang 86 persen telah diterima dan sisanya akan datang pada akhir Mei.

Sebanyak 50 juta dosis COVAXIN untuk fase 3 vaksinasi akan dilakukan antara Mei dan Juli. Selain itu, untuk lebih meningkatkan kapasitas, Bharat Biotech telah bermitra dengan Indian Immunologicals (IIL) untuk memproduksi bahan obat untuk COVAXIN.

“Proses transfer teknologi sedang berlangsung dan IIL memiliki kemampuan dan keahlian untuk memproduksi vaksin Covid-19 berbasis virus yang tidak aktif pada skala komersial,” kata Bharat Biotech yang juga sedang menjajaki kemitraan manufaktur di luar India.

(*/lk)

Pos terkait