Warga Karo Antar Oleh-oleh 1 Truk Jeruk Demi Dapat Perhatian Jokowi Untuk Perbaikan Jalan

Gambar Tangkapan Layar

JurnalPatroliNews – Jakarta – “Mudah-mudahan jadi perhatian Bapak, Desa Liang Melas, sebab kondisi jalan agak susah. Dengan adanya kami mengantar oleh-oleh, mungkin nanti bisa jadi perhatian Bapak,” ucap Setia Sembiring, tokoh masyarakat desa Liang Melas Datas.

Setia menjelaskan tujuan kedatangannya menemui Jokowi dengan 1 truk jeruk yang berangkat Simpang Pos Medan, Jumat (3/12) supaya jalan 6 desa dan 3 dusun di Liang Melas Datas Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumur) segera diperbaiki. Pasalnya sudah 40 tahun jalan tersebut rusak.

Bacaan Lainnya

“Ada perbaikan, tapi sekadar saja. Rusak lagi. Sudah beberapa kali ini kami bilang sama Bupati Karo, dana kurang gitu dijawab Bupati. Jadi kami ingin bilang sama Bapak Jokowi agar dia bisa membantu daerah Karo, khususnya Liang Melas,” papar Setia.

“Untuk mengangkut barang nggak bisa keluar, mobilnya ditarik-tarik. Kalau jalannya bagus, bagus kondisi pertanian kita. Ada jeruk, jagung. Jagungnya kadang nggak bisa lagi dibawa ke pekan (pasar), nggak sesuai harga dengan ongkos angkat jagungnya,” papar Setia.

“Kita sudah jelaskan terkait perbaikan jalan ke Liang Melas, semua ada mekanisme. Sebagai wakil bupati, saya sedikit kecewa dengan keberangkatan ke Jakarta tanpa ada kordinasi dengan pemerintah daerah,” ucapTheopilus Ginting, Wakil Bupati Karo.

Theo menyebut tetap mengapresiasi aksi Setia dan berhadp kegiatan tersebut tidak ditunggangi pihak-pihak tertentu. Ia juga mengatakan pihaknya terus melakukan pembangunan di Liang melas dan mengaku ada anggaran untuk perbaikan jalan di lokasi itu dalam APBD 2022.

Hendro Susanto, Ketua Komisi A DPRD Sumut mengatakan bahwa aksi yang dilakukan masyarakat Karo itu adalah bentuk suasana hati mereka yang belum bisa menikmati jalan bagus di desa-desa mereka, walaupun sudah membayar pajak ke negara.

“Jeruk disimbolkan hasil pertanian, bahwa itulah cara rakyat mengetuk hati pada pemimpinnya untuk memperhatikan infrastruktur di tempat tinggal mereka. Harusnya ini menjadi ‘tamparan’ keras bagi bupati setempat. Karena setelah dicek aspirasi mereka, masuk dalam APBD Kabupaten Karo,” ucap Hendro, Sabtu (4/12).

Pos terkait