Terkait hal ini, beberapa pihak tertentu diduga sengaja menyebarkan informasi tentang bahaya BPA dalam galon polikarbonat.
Meski demikian, berbagai pakar dan akademisi telah membantah bahwa galon polikarbonat menimbulkan risiko kesehatan serius karena belum ada bukti penelitian spesifik untuk galon tersebut.
Dalam pandangannya, Prof. Ningrum Natasya Sirait, pakar persaingan usaha dari Universitas Sumatera Utara, menilai isu pelabelan BPA masih diperdebatkan di kalangan ahli kesehatan.
Ia juga mempertanyakan apakah regulasi ini ditujukan untuk kepentingan publik atau persaingan bisnis semata.
“Isu bahaya BPA ini masih dalam perdebatan, jadi jangan sampai menjadi beban bagi konsumen. Kebijakan pelabelan BPA seharusnya mempertimbangkan dampak pada biaya produksi dan akhirnya pada konsumen,” tegas Prof. Ningrum.














