JurnalPatroliNews – Jakarta – Perdagangan saham di kawasan Asia memulai pekan dengan kecenderungan positif pada Senin pagi, 12 Januari 2026. Mayoritas indeks regional bergerak di zona hijau, sejalan dengan penguatan pasar saham Amerika Serikat dan Eropa pada akhir pekan sebelumnya.
Optimisme pelaku pasar dipicu oleh rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat untuk periode Desember. Laporan tersebut menunjukkan pertambahan lapangan kerja yang berada di bawah ekspektasi, namun di saat yang sama tingkat pengangguran justru mengalami penurunan. Kondisi ini dinilai mencerminkan pasar tenaga kerja AS yang masih sehat, sekaligus memperbesar peluang kebijakan moneter yang lebih longgar.
Di kawasan Asia-Pasifik, bursa Australia mencatatkan penguatan sejak awal perdagangan. Indeks ASX 200 dibuka naik 0,22 persen dan terus melaju hingga menguat 0,52 persen atau bertambah 45,50 poin ke posisi 8.763,30.
Pasar saham Korea Selatan tampil solid dengan lonjakan signifikan. Indeks Kospi naik 1,11 persen ke level 4.637,03, sementara indeks Kosdaq turut mencatat kenaikan sebesar 0,4 persen. Adapun bursa saham Jepang tidak beroperasi karena libur nasional.
Kontrak berjangka Nikkei tercatat menguat 1,61 persen ke level 822,63, meningkat dari posisi penutupan Jumat lalu di angka 51.939. Sementara itu, bursa Hong Kong diperkirakan akan mengikuti tren positif. Indikasi tersebut terlihat dari pergerakan kontrak berjangka Hang Seng di level 26.408, lebih tinggi dibandingkan penutupan sebelumnya di 26.231,79.
Di pasar domestik, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak fluktuatif dengan ruang pergerakan yang relatif terbatas. Pada akhir pekan lalu, IHSG ditutup menguat tipis 0,13 persen di posisi 8.936. Sementara itu, pergerakan iShares MSCI Indonesia ETF (EIDO) di Bursa New York terpantau stagnan di level 19,01 dolar AS.
Sejumlah analis memperkirakan IHSG akan bergerak dalam rentang 8.900 hingga 9.000. Dari sisi teknikal, indeks mulai memasuki area jenuh beli sehingga peluang koreksi wajar masih terbuka. Kendati demikian, tren penguatan dinilai belum menunjukkan sinyal pembalikan, dengan area resistensi terdekat berada di kisaran 8.970 dan level psikologis 9.000 masih menjadi ujian berikutnya.














