China dan AS Sepakati Penurunan Tarif, Babak Baru Perdagangan Global Dimulai


JurnalPatroliNews – BEIJING — Pemerintah China mengumumkan kesepakatan baru dengan Amerika Serikat (AS) untuk memangkas sebagian bea masuk serta memperluas perdagangan bilateral pasca-pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Beijing pekan lalu.

Kementerian Perdagangan China menyebut kedua negara sepakat mengurangi tarif pada sejumlah produk tertentu dan memperluas kerja sama perdagangan, terutama di sektor pertanian. Namun, rincian produk yang akan memperoleh pengurangan tarif masih dalam tahap negosiasi lanjutan.

Dalam keterangannya, pemerintah China menilai hasil pembicaraan tersebut menjadi sinyal positif bahwa sengketa perdagangan dapat diselesaikan melalui jalur diplomasi dan komunikasi bilateral.

“Kedua negara dapat menemukan solusi atas permasalahan melalui dialog dan kerja sama,” kata Kementerian Perdagangan China, dikutip dari Chronicle, Selasa, 19 Mei 2026.

Pertemuan Trump dan Xi berlangsung selama dua hari di Beijing dan menjadi kunjungan presiden AS pertama ke China dalam hampir satu dekade. Selain membahas perdagangan, kedua pemimpin juga menyinggung isu Taiwan hingga konflik Iran.

Meski demikian, Trump menegaskan pembahasan mengenai tarif bukan agenda utama dalam pertemuan tersebut.

“Kami tidak membahas tarif. Mereka membayar tarif yang cukup besar, tetapi kami tidak membahasnya,” ujar Trump kepada wartawan di Air Force One.

Pemerintah China juga mengonfirmasi rencana pembelian pesawat buatan AS, meski belum mengungkap jumlah maupun merek pesawat yang akan dibeli. Sebelumnya, Trump menyatakan China berencana membeli sekitar 200 pesawat besar dari AS.

Dalam kunjungan tersebut, sejumlah petinggi perusahaan besar AS seperti Boeing dan GE Aerospace turut masuk dalam rombongan delegasi resmi ke Beijing.

Selain sektor penerbangan, China juga menyatakan kesediaannya menanggapi kekhawatiran AS terkait izin impor daging sapi dan unggas. Sebaliknya, Beijing meminta Washington melonggarkan hambatan terhadap produk susu, hasil laut, dan tanaman hias asal China.

Kedua negara juga sepakat membentuk dewan perdagangan dan investasi bersama untuk membahas berbagai hambatan dagang di masa mendatang.

Meski hubungan dagang mulai menunjukkan tanda-tanda mencair, sejumlah ekonom tetap mengingatkan risiko perang dagang masih berpotensi muncul apabila AS kembali menerapkan tarif balasan terhadap produk-produk asal China.