JurnalPatroliNews | Manado – Peta konsolidasi politik PDI Perjuangan Sulawesi Utara mulai diarahkan pada persiapan menghadapi Pemilu 2029. Ketua DPD PDIP Sulut, Olly Dondokambey, menegaskan pentingnya memperkuat mesin organisasi, memperluas kerja kerakyatan, serta memastikan seluruh struktur partai bergerak secara berkesinambungan.
Pesan tersebut disampaikan Olly di hadapan Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Politik dan Keamanan, Puan Maharani, serta ribuan kader dalam Rapat Koordinasi Tiga Pilar Partai yang berlangsung di Sentra Hotel, Minahasa Utara, Kamis (5/11/2026).
Dalam forum konsolidasi tersebut, Olly secara terbuka menyampaikan optimisme terhadap target politik PDI Perjuangan Sulawesi Utara pada kontestasi 2029. Namun, ia mengingatkan bahwa pencapaian target tersebut membutuhkan kerja organisasi yang konsisten, bukan sekadar aktivitas politik menjelang pemilihan.
“Saya percaya kalau kita lakukan ini selalu, pasti harapan kita di tahun 2029 PDI Perjuangan Sulawesi Utara pasti menang,” tegas Olly.
Pernyataan itu sekaligus menjadi penegasan arah kerja DPD PDI Perjuangan Sulut dalam membangun kekuatan organisasi sejak dini. Konsolidasi tidak hanya diarahkan pada penguatan kepengurusan, tetapi juga pada peningkatan peran kader di tengah kehidupan masyarakat.
Lima Agenda Strategis Menjadi Fokus Konsolidasi
Dalam pemaparannya, Olly menguraikan lima agenda utama yang menjadi landasan penguatan organisasi PDI Perjuangan Sulawesi Utara.
Agenda pertama adalah modernisasi partai dan konsolidasi struktural. Olly melaporkan bahwa konsolidasi organisasi di 15 kabupaten/kota telah mencapai 100 persen.
Penguatan struktur tersebut mencakup pembentukan 171 Pengurus Anak Cabang (PAC) serta 1.839 pengurus ranting di tingkat desa dan kelurahan.
Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan organisasi agar aktivitas partai tidak hanya terpusat di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, tetapi juga menjangkau masyarakat hingga tingkat akar rumput.
Agenda kedua menyangkut penguatan kerja-kerja kerakyatan. Olly mengingatkan bahwa keberadaan kader harus dapat dirasakan masyarakat, terutama ketika warga menghadapi persoalan sosial maupun bencana.
Ia mencontohkan keterlibatan kader PDI Perjuangan dalam membantu masyarakat ketika kebakaran terjadi di sejumlah wilayah Kota Manado.
Menurutnya, koordinasi antara kepala daerah, pengurus partai, dan anggota legislatif diperlukan agar respons terhadap persoalan masyarakat dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
Agenda ketiga adalah regenerasi dan kaderisasi. Olly memberikan perhatian terhadap meningkatnya keterlibatan generasi muda dalam kepengurusan partai, baik di tingkat DPD, DPC, maupun PAC.
Keterlibatan anak muda dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan organisasi sekaligus memperluas ruang partisipasi generasi baru dalam kegiatan politik dan sosial.
Selanjutnya, agenda keempat diarahkan pada penguatan gerakan langsung ke masyarakat melalui program penanaman pohon, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Sementara agenda kelima adalah menjaga soliditas seluruh struktur partai agar tetap berada dalam satu garis perjuangan dan mampu menjalankan program organisasi secara berkesinambungan.
Bagi Olly, kelima agenda tersebut harus diwujudkan melalui tindakan konkret. Kekuatan partai tidak cukup diukur dari kelengkapan struktur kepengurusan, tetapi juga dari kontribusi nyata kader dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
Gerakan Lingkungan dan Organisasi Sayap Diperkuat
Selain konsolidasi politik, Olly turut menyoroti pentingnya gerakan kepedulian lingkungan sebagai bagian dari program organisasi.
Salah satu program yang disampaikan adalah pembuatan tempat sampah untuk mendorong masyarakat membiasakan diri memilah sampah.
Ia menekankan bahwa gerakan lingkungan membutuhkan keteladanan. Kader dan pengurus partai diharapkan terlebih dahulu memberikan contoh sebelum mengajak masyarakat untuk terlibat.
Dukungan kepala daerah serta anggota legislatif juga dinilai penting agar program tersebut dapat menjangkau wilayah yang lebih luas.
Di sisi lain, penguatan organisasi sayap partai menjadi bagian dari strategi memperluas jangkauan kegiatan PDI Perjuangan.
Sejumlah organisasi yang menjadi perhatian antara lain Taruna Merah Putih, Banteng Muda Indonesia, Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem), Baitul Muslimin Indonesia, serta Gerakan Nelayan Tani Indonesia.
Keberadaan organisasi-organisasi tersebut diharapkan dapat memperkuat komunikasi dan keterlibatan partai dengan berbagai kelompok masyarakat, termasuk generasi muda, komunitas keagamaan, nelayan, dan petani.
Menuju 2029, Konsolidasi Tidak Boleh Berhenti
Rapat koordinasi yang dihadiri Puan Maharani dan ribuan kader tersebut menjadi momentum bagi DPD PDI Perjuangan Sulawesi Utara untuk mempertegas agenda kerja organisasi menjelang kontestasi politik 2029.
Target kemenangan yang disampaikan Olly kini dibarengi sejumlah pekerjaan yang harus dijalankan secara konsisten, mulai dari menjaga soliditas kepengurusan, memperkuat regenerasi, memperluas program kerakyatan, hingga meningkatkan keterlibatan kader dalam persoalan sosial dan lingkungan.
Dengan struktur organisasi yang telah dikonsolidasikan di 15 kabupaten/kota, PDI Perjuangan Sulawesi Utara menempatkan penguatan kerja di tingkat akar rumput sebagai salah satu perhatian utama.
Bagi Olly Dondokambey, persiapan menghadapi 2029 bukan pekerjaan yang dapat dilakukan secara mendadak. Konsistensi organisasi dan kedekatan kader dengan masyarakat menjadi agenda yang harus terus dijaga jauh sebelum kontestasi politik berlangsung.








Komentar