Bitcoin Sentuh Rekor Baru, Nilainya Tembus Rp1,9 Miliar

JurnalPatroliNews – Jakarta  – Aset kripto terbesar dunia, Bitcoin, kembali mencatat tonggak sejarah dengan menembus level USD 118.000 atau setara Rp1,9 miliar (kurs Rp16.100 per USD) dalam sesi perdagangan Asia pada Jumat, 11 Juli 2025. Ini menjadi rekor tertinggi sepanjang masa sejak mata uang digital tersebut diluncurkan.

Menurut laporan Reuters, lonjakan harga ini ditopang oleh meningkatnya minat investor institusional serta kebijakan pro-kripto dari pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Ketua Bersama Asosiasi Web3 Hong Kong, Joshua Chu, menyebut bahwa kenaikan tajam ini dipicu oleh tren akumulasi dari pelaku pasar besar.

“Investor institusional terus membeli dalam jumlah besar, mengurangi suplai Bitcoin di pasar dan menyedot likuiditas dari bursa. Ini memberi dorongan besar bagi harga,” jelasnya.

Sejak awal 2025, Bitcoin telah mengalami kenaikan lebih dari 24 persen, menjadikannya salah satu aset dengan performa terbaik tahun ini.

Selain sentimen pasar, faktor kebijakan politik juga berkontribusi. Pada Maret lalu, Presiden Trump menandatangani perintah eksekutif untuk membentuk cadangan strategis aset kripto nasional. Ia juga menunjuk tokoh-tokoh yang dikenal mendukung aset digital untuk menduduki posisi penting, seperti Paul Atkins sebagai Ketua SEC dan David Sacks untuk memimpin kebijakan AI di Gedung Putih.

Tak hanya itu, keluarga Trump turut memperluas portofolio bisnisnya ke sektor kripto. Trump Media & Technology Group (DJT.O) dilaporkan tengah bersiap meluncurkan exchange-traded fund (ETF) yang berfokus pada aset digital, termasuk Bitcoin. Dokumen terkait rencana tersebut bahkan telah diajukan ke Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) pada awal pekan ini.

Dampak positif juga terasa pada aset kripto lain. Ethereum (Ether), kripto dengan kapitalisasi terbesar kedua di dunia, mengalami penguatan hampir 5 persen dan diperdagangkan di kisaran USD 2.956, setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi lima bulan di USD 2.998.

Para analis memperkirakan tren bullish ini masih akan berlanjut, terutama jika kebijakan pro-kripto dari pemerintahan AS terus berlanjut dan minat dari institusi keuangan global terus meningkat.