Airlangga Tegaskan Ekonomi Nasional Stabil Pasca Aksi Demonstrasi Ricuh

JurnalPatroliNews – Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memastikan perekonomian Indonesia tetap berada dalam kondisi aman meski aksi unjuk rasa yang sempat berujung ricuh menimbulkan keresahan publik. Hal itu ia sampaikan seusai menghadiri rapat bersama Presiden di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (9/9/2025).

Menurut Airlangga, indikator makroekonomi menunjukkan stabilitas yang terjaga. Kurs rupiah masih bertahan di sekitar Rp16.400 per dolar AS, sementara IHSG yang sempat terkoreksi hanya sedikit dan kini kembali menguat. “Dari sisi pasar modal, penurunan kemarin relatif kecil dan sudah rebound,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa tekanan inflasi tetap terkendali. Bahkan, pada bulan sebelumnya, Indonesia mencatatkan deflasi. “Inflasi masih dalam batas aman, yakni 2,31 persen. Bahkan bulan lalu terjadi deflasi,” terang Airlangga.

Dalam rapat, Presiden Prabowo disebut memberikan arahan agar stimulus ekonomi diperkuat pada semester II. Pemerintah akan melanjutkan dan memperluas sejumlah program, mulai dari subsidi gaji bagi pekerja bergaji di bawah Rp10 juta, program padat karya, pembebasan PPh untuk sektor tertentu yang sudah dimanfaatkan 1,7 juta tenaga kerja, hingga fasilitas perumahan lewat KUR dan program renovasi rumah.

Selain menjaga daya beli, pemerintah juga menyiapkan langkah antisipatif untuk menghindari gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK). Deregulasi di berbagai sektor industri, terutama di Pulau Jawa, diperkirakan mampu menciptakan lebih dari 100 ribu lapangan kerja baru. Perlindungan ketenagakerjaan pun dipastikan tetap berlaku, termasuk bagi pekerja kontrak. “Bagi kontrak satu tahun tetap ada fasilitas perlindungan ketenagakerjaan,” tegas Airlangga.