Dulu Alibaba, Jack Ma Kini Cetak Rekor Dunia Lagi Lewat IPO Fintech-nya!

  • Whatsapp
Jack Ma

Jurnalpatrolinews – Jakarta : Ant Group milik Jack Ma baru saja melakukan penjualan saham terbesar dalam sejarah, menandai kemenangan besar bagi juara teknologi China dan pasar saham negara itu. Ant Group, perusahaan fintech di balik platform pembayaran online terbesar China memberi harga pencatatan ganda di Bursa Efek Hong Kong dan Shanghai’s Star Market.

Dilansir dari CNN Business di Jakarta, Selasa (27/10/2020) perusahaan itu masing-masing mengantongi 80 dolar Hong Kong (Rp151 ribu) dan 68 yuan (Rp148 ribu) per lembar sahamnya, menurut pengajuan peraturan yang dirilis Senin.

Bacaan Lainnya

Itu berarti penawaran umum perdana akan menghasilkan lebih dari USD34,1 miliar (Rp501 triliun) dan valuasi perusahaan sekitar USD310 miliar (Rp4.556 triliun). Rekor sebelumnya untuk IPO dipegang oleh perusahaan minyak negara Saudi Aramco yang mengumpulkan USD29,4 miliar (Rp432 triliun) ketika menerbitkan saham di bursa Riyadh Desember lalu.

Masalah saham adalah anugerah bagi Beijing yang mendorong perusahaan teknologi top negara itu untuk mendaftar di dalam negeri alih-alih di bursa di Amerika Serikat. Hal ini disebabkan oleh pengawasan terhadap perusahaan China meningkat saat perang perdagangan yang berkepanjangan terus berlanjut.

Beijing berharap keputusan perusahaan untuk menjual 1,67 miliar saham di Hong Kong dan Shanghai, atau sekitar 11% dari total perusahaan, akan menarik investor institusional berpengalaman. Jika harga saham menjadi indikasi, strategi itu tampaknya berhasil.

Ant adalah perusahaan teknologi keuangan yang berafiliasi dengan grup e-commerce China Alibaba (BABA), yang go public di Bursa Efek New York pada tahun 2014 dan menjadi perusahaan dengan IPO rekor dunia tahun itu. Miliarder Ma yang memiliki kendali penuh atas Ant Group pun mendapat untung besar dari penjualan saham.

Mencerminkan kesuksesan Ma dengan Alibaba, Ant dengan cepat tumbuh menjadi perusahaan teknologi paling kuat di dunia. Ant Group telah menjadikan kehadirannya menguasai di setiap aspek kehidupan finansial di China, mulai dari akun investasi dan produk tabungan mikro hingga asuransi, skor kredit, dan bahkan profil kencan.

Aplikasi pembayaran perusahaan, Alipay memiliki 731 juta pengguna aktif bulanan pada September lalu. Platform tersebut menangani pembayaran 118 triliun yuan (Rp260.181 triliun) dalam 12 bulan hingga Juni.

Perusahaan mengatakan pendapatan untuk sembilan bulan yang berakhir pada September naik sekitar 43% menjadi 118,2 miliar yuan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Laba kotor untuk periode tersebut naik 74% menjadi 69,5 miliar yuan (Rp152 triliun).  (WE Online)

Pos terkait