JurnalPatroliNews – Jakarta – Perdagangan Bursa Efek Indonesia pada sesi pertama Jumat, 6 Februari 2026, diwarnai aksi jual masif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tajam 229,46 poin atau setara 2,83 persen ke posisi 7.874,42.
Sejak pembukaan di level 8.103, IHSG langsung bergerak di teritori negatif dan sempat menyentuh titik terendah di kisaran 7.861 sebelum mengakhiri sesi pagi. Sepanjang sesi I, indeks bergerak dalam rentang 7.861 hingga 8.103.
Aktivitas perdagangan menunjukkan tekanan yang luas. Dari total saham yang diperdagangkan, hanya 89 saham yang berhasil menguat, sementara 671 saham terkoreksi dan selebihnya tidak mengalami perubahan harga.
Dari sisi transaksi, saham BUMI, BBCA, dan BMRI mencatatkan nilai perdagangan terbesar. Total volume transaksi mencapai 222,3 juta lot dengan nilai sekitar Rp10,46 triliun.
Anjloknya IHSG tidak lepas dari sentimen negatif pasar global dan domestik, terutama setelah lembaga pemeringkat Moody’s menurunkan outlook kredit Indonesia menjadi negatif. Langkah tersebut memicu kekhawatiran investor dan mendorong aksi pelepasan saham di hampir seluruh sektor.
Seluruh indeks sektoral tercatat berada di zona merah. Sektor konsumer siklikal menjadi yang paling terpukul dengan penurunan hingga 5,43 persen. Sejumlah saham besar di sektor ini mengalami tekanan signifikan, seperti ASII yang merosot 5,04 persen, UNTR turun 3,38 persen, RALS melemah 2,88 persen, ERAA terkoreksi 2,87 persen, IMAS turun 2,80 persen, serta MAPI melemah 2,02 persen.
Pelemahan juga merata di sektor lainnya. Sektor energi turun 3,88 persen, sektor bahan baku melemah 4,17 persen, sektor industri anjlok 4,70 persen, sektor konsumer non-siklikal turun 1,78 persen, sektor kesehatan melemah 1,09 persen, sektor keuangan terkoreksi 1,97 persen, sektor properti turun 3,21 persen, sektor teknologi melemah 1,63 persen, sektor infrastruktur terkoreksi 3,63 persen, dan sektor transportasi turun 2,25 persen.
Di jajaran saham unggulan LQ45, AMRT, TLKM, dan MEDC tercatat sebagai saham dengan penguatan tertinggi. Sementara itu, tekanan terbesar dialami BRPT, BUMI, SCMA, MBMA, MDKA, EMTK, dan ASII yang masuk dalam daftar top losers.
Secara keseluruhan, perdagangan sesi pertama mencerminkan sentimen pasar yang masih rapuh, dengan tekanan jual merata di hampir seluruh lini sektor saham.













