Musim Kemarau Picu Bediding, Kota Batu Kembali Catat Suhu Terendah di Jatim

JurnalPatroliNews | Kota Batu – Kota Batu kembali menjadi salah satu wilayah dengan suhu udara terendah di Jawa Timur pada musim kemarau tahun ini. Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk Kamis (30/7/2026), suhu udara di sejumlah wilayah Kota Batu diperkirakan berada pada kisaran 15 hingga 23 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan mencapai 65–99 persen, terutama pada dini hari hingga pagi hari.

Kondisi tersebut membuat udara di Kota Batu terasa jauh lebih dingin dibandingkan sejumlah daerah lain di Jawa Timur. Fenomena ini merupakan bagian dari bediding, yakni penurunan suhu udara yang umum terjadi saat puncak musim kemarau akibat langit cerah pada malam hari sehingga panas permukaan bumi lebih cepat terlepas ke atmosfer.

Selain dipengaruhi oleh letak geografis Kota Batu yang berada di kawasan dataran tinggi, minimnya tutupan awan selama musim kemarau turut memperkuat penurunan suhu pada malam hingga menjelang matahari terbit. Kondisi ini menyebabkan udara terasa lebih menusuk, terutama di kawasan Bumiaji dan wilayah pegunungan sekitarnya.

Fenomena bediding tidak hanya memengaruhi aktivitas masyarakat, tetapi juga berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Anak-anak, lansia, serta penderita penyakit pernapasan dan penyakit kronis menjadi kelompok yang paling rentan terhadap perubahan suhu yang cukup ekstrem antara siang dan malam.

Masyarakat diimbau menjaga kondisi tubuh dengan mengenakan pakaian hangat saat beraktivitas pada malam dan pagi hari, mengonsumsi makanan bergizi, memperbanyak minum air putih, serta menjaga daya tahan tubuh. Pengendara sepeda motor juga disarankan menggunakan perlengkapan yang memadai untuk mengurangi paparan udara dingin.

Meski suhu udara pada pagi hari cukup rendah, BMKG memperkirakan kondisi cuaca di Kota Batu sepanjang siang hingga sore hari cenderung stabil dengan udara kabur atau cerah berawan. Perbedaan suhu antara pagi dan siang hari menjadi karakteristik musim kemarau yang masih diperkirakan berlangsung dalam beberapa pekan ke depan.

Komentar