JurnalPatroliNews – Jakarta – Suara garukan halus di balik dinding atau plafon pada malam hari kerap menimbulkan rasa tidak nyaman bagi penghuni rumah. Kehadiran tikus bukan hanya mengganggu secara visual, tetapi juga dapat menimbulkan ancaman terhadap kebersihan, kesehatan, hingga kerusakan pada struktur bangunan.
Karena itu, penanganan hama pengerat ini perlu dilakukan secara tepat dan aman. Alih-alih mengandalkan cara-cara yang belum tentu terbukti efektif, para ahli menyarankan pendekatan berbasis metode ilmiah untuk mengendalikan populasi tikus di lingkungan rumah.
Pendekatan Pengendalian Hama Terpadu
Salah satu metode yang dianjurkan adalah pendekatan pengendalian hama terpadu atau Integrated Pest Management. Metode ini menekankan pencegahan dan pengendalian secara menyeluruh tanpa harus bergantung pada racun kimia yang berpotensi membahayakan anak-anak maupun hewan peliharaan.
Tikus dikenal sebagai hewan dengan indra penciuman yang sangat tajam. Kemampuan tersebut membantu mereka mendeteksi makanan maupun bahaya di sekitarnya. Namun, kepekaan ini juga bisa dimanfaatkan untuk mengusirnya.
Manfaat Aroma Pepermin
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa minyak esensial pepermin atau Menthol memiliki aroma kuat yang dapat mengiritasi sistem penciuman tikus. Aroma ini membuat tikus tidak nyaman dan cenderung menjauhi area yang terpapar.
Cara penggunaannya cukup sederhana. Teteskan sekitar 10 hingga 15 tetes minyak pepermin pada bola kapas, kemudian letakkan di beberapa titik yang sering menjadi jalur tikus, seperti sudut dapur, dekat pipa pembuangan, atau celah plafon.
Tutup Celah dengan Material Kuat
Selain menggunakan aroma pengusir, langkah penting lainnya adalah menutup semua lubang atau celah yang berpotensi menjadi pintu masuk tikus. Hindari menggunakan busa ekspansi karena material tersebut mudah digerogoti.
Sebagai alternatif, gunakan wol baja atau steel wool yang dipadukan dengan dempul. Serat baja akan menyulitkan tikus untuk menggigit atau menembus celah tersebut.
Kebersihan Rumah Jadi Kunci
Langkah paling mendasar dalam mengendalikan tikus adalah menjaga kebersihan rumah. Aroma pengusir tidak akan efektif jika sumber makanan masih mudah ditemukan oleh tikus.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain menyimpan bahan makanan kering seperti beras, sereal, atau biskuit dalam wadah kedap udara berbahan kaca atau plastik tebal. Selain itu, bersihkan area di bawah kompor dan kulkas secara rutin karena remahan makanan sering menumpuk di tempat tersebut tanpa disadari.
Tempat sampah juga sebaiknya memiliki penutup rapat dan sampah organik dianjurkan untuk dibuang setiap malam sebelum tidur. Dengan memutus sumber makanan, tikus akan kesulitan bertahan dan cenderung mencari tempat lain yang lebih mudah menyediakan makanan.
Pendekatan yang konsisten, mulai dari menjaga kebersihan hingga menutup akses masuk, dinilai menjadi cara paling efektif untuk mencegah tikus kembali mengganggu lingkungan rumah.














