Ombudsman Awasi Pelaksanaan UTBK 2026 di UI, Soroti Keadilan dan Transparansi


JurnalPatroliNews – Jakarta –  Anggota Ombudsman Republik Indonesia, Nuzran Joher, melakukan pemantauan langsung pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Kamis (23/4/2026).

Pemantauan tersebut dilakukan guna memastikan kualitas pelayanan serta kesiapan penyelenggaraan seleksi nasional penerimaan mahasiswa baru berjalan sesuai prinsip adil dan transparan. Nuzran meninjau seluruh tahapan ujian, mulai dari proses kedatangan peserta, registrasi, pemeriksaan keamanan, hingga pelaksanaan ujian di ruang komputer.

“Kami melihat bagaimana persiapannya, mulai dari proses kedatangan peserta, registrasi, alur masuk ruang ujian, body checking peserta, hingga pelaksanaan ujian itu sendiri. Kami juga meninjau kesiapan fasilitas bagi peserta disabilitas, mengingat sesi pagi ini diperuntukkan bagi peserta disabilitas netra,” ujar Nuzran.

Secara umum, pelaksanaan UTBK di lokasi tersebut terpantau berjalan tertib. Namun demikian, Ombudsman mencatat sejumlah kendala teknis yang dilaporkan terjadi di lapangan, seperti pemadaman listrik dan gangguan jaringan internet yang berpotensi mengganggu konsentrasi peserta.

Selain itu, pihak Ombudsman juga menerima informasi awal terkait dugaan kecurangan di beberapa titik lokasi ujian. Temuan tersebut saat ini masih dalam proses verifikasi oleh panitia SNPMB.

Nuzran menambahkan, pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 dijadwalkan berlangsung hingga 2 Mei 2026. Ombudsman akan terus melakukan pengawasan selama periode tersebut, termasuk melalui kantor perwakilan di tingkat provinsi, guna memastikan proses seleksi berjalan transparan, adil, dan akuntabel.

Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya orang tua peserta, untuk memberikan dukungan moral agar peserta dapat mengikuti ujian secara optimal.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendoakan kelancaran dan kesuksesan peserta. Jika ditemukan indikasi kecurangan, silakan melapor ke Ombudsman. Kami siap menerima pengaduan demi perbaikan tata kelola seleksi nasional ini,” tutupnya.