JurnalPatroliNews – Jakarta – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, yang lebih dikenal dengan Gus Ipul, dipanggil oleh Presiden Prabowo Subianto ke Istana Negara pada Jumat (19/9). Pemanggilan ini bertujuan untuk membahas dan melaporkan progres pemutakhiran data penerima bantuan sosial (Bansos) yang tengah dilakukan.
Gus Ipul menjelaskan bahwa proses penyaluran bantuan sosial harus tepat sasaran, dan untuk itu, Badan Pusat Statistik (BPS) terus melakukan pemutakhiran data penerima bansos. Langkah ini juga didukung oleh Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2025 tentang Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
“Lewat Inpres Nomor 4 ini, kami berharap akan tercapai langkah yang signifikan, sehingga bantuan sosial benar-benar sampai ke tangan mereka yang berhak,” ujar Gus Ipul dalam keterangannya kepada wartawan.
Menurut Gus Ipul, meskipun telah ada upaya pemutakhiran data, penyaluran bansos yang tepat sasaran belum sepenuhnya optimal. “Setiap hari ada yang meninggal, lahir, menikah, atau pindah tempat tinggal. Itulah mengapa pemutakhiran data sangat penting untuk memastikan bantuan sosial sampai pada individu dan keluarga yang benar-benar membutuhkan,” tambahnya.
Pemutakhiran data ini menjadi kunci untuk memastikan akurasi dan relevansi data yang digunakan dalam penyaluran bansos, agar bantuan tersebut dapat tepat sasaran dan tidak ada penerima yang tidak layak atau sebaliknya, penerima yang berhak justru terlewatkan.














