JurnalPatroliNews | Jakarta – Prestasi PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) di bidang komunikasi korporat kembali mendapat pengakuan. Perusahaan yang mengelola operasi hulu migas Pertamina di Regional 3 Kalimantan itu memboyong tujuh penghargaan dalam IABC Indonesia Awards 2026.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam IABC Indonesia Awarding Night 2026 di Le Méridien Hotel, Jakarta Pusat, Jumat (18/9/2026).
Capaian tersebut tidak hanya menempatkan PHI sebagai penerima penghargaan di bidang komunikasi korporat, tetapi juga memperlihatkan semakin pentingnya strategi komunikasi dalam membangun hubungan perusahaan dengan pekerja, media, masyarakat dan pemangku kepentingan di tengah perubahan lanskap informasi.
IABC Indonesia Awards 2026 terdiri atas dua kategori utama, yakni Impactful Communications Awards (ICOMMA) dan Impactful Public Relations Awards (IMPRA). Ajang tersebut memberikan apresiasi terhadap praktik komunikasi yang dinilai inovatif, strategis dan memberikan dampak bagi organisasi maupun stakeholder.
Presiden IABC Indonesia Elvera N. Makki membuka rangkaian kegiatan yang tahun ini mengangkat tema komunikasi, kepercayaan dan perkembangan teknologi kecerdasan buatan.
Tujuh Penghargaan PHI
Dari tujuh penghargaan yang diperoleh, PHI meraih Top 10 and Awards of Excellence untuk kategori IMPRA pada subkategori Best Internal Communications Program dan Best Research in PR.
PHI juga mendapatkan Awards of Excellence pada kategori ICOMMA untuk subkategori Best Sustainability Communications, serta kategori IMPRA untuk subkategori Best Creative PR Campaign.
Sementara tiga penghargaan lainnya berupa Awards of Merit masing-masing untuk kategori ICOMMA subkategori Best Leadership Communications Program dan Best Employee Engagement Program, serta kategori IMPRA subkategori Best Media Relations Program.
Rangkaian penghargaan tersebut mencakup komunikasi internal, riset hubungan masyarakat, komunikasi keberlanjutan, kampanye kreatif, komunikasi kepemimpinan, keterlibatan pekerja hingga hubungan dengan media.
Komunikasi di Tengah Percepatan AI
Head of Committee IABC Indonesia Awards 2026, Jeane Niode Sindy, menyoroti perubahan besar yang terjadi dalam dunia komunikasi seiring semakin cepatnya perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan artifisial atau AI.
Menurut Jeane, teknologi dapat mempercepat proses komunikasi, tetapi faktor manusia tetap memiliki peran penting dalam membangun kepercayaan dan reputasi organisasi.
“Teknologi dapat mengakselerasi proses, namun integritas, empati, dan human touch tetap menjadi penentu utama reputasi sebuah institusi,” kata Jeane dalam keterangannya.
Pernyataan tersebut sejalan dengan tema The 5th IABC Indonesia Conference & Awards 2026, yakni “Driving Communications Impact: Building Trust in the Age of AI”. Situs resmi IABC Indonesia mencatat bahwa Dony Indrawan dari PHI menjadi salah satu panelis dalam sesi yang membahas bagaimana organisasi mengelola kepercayaan stakeholder di tengah semakin terintegrasinya AI dalam bisnis dan komunikasi strategis.
PHI: Penghargaan Bukan Sekadar Trofi
Manager Communication Relations & CID PHI, Dony Indrawan, yang juga menjadi panelis dalam konferensi tersebut, menyambut capaian tujuh penghargaan yang diraih perusahaan.
Menurut Dony, penghargaan tersebut menjadi pengakuan terhadap upaya PHI dalam menjalankan praktik komunikasi korporat yang mengikuti perkembangan dan standar komunikasi global.
“Mengingat posisi IABC Indonesia sebagai bagian dari Aliansi Global, maka penghargaan ini menjadi sebuah pengakuan yang sangat berarti atas konsistensi dan upaya PHI untuk terus menerapkan praktik terbaik komunikasi korporat yang sejalan dengan standar global,” ujar Dony.
Ia menilai komunikasi korporat tidak dapat dipisahkan dari keberlangsungan operasi perusahaan, khususnya bagi industri hulu migas yang memiliki spektrum stakeholder sangat luas.
Strategi komunikasi yang terukur, menurutnya, dibutuhkan untuk membangun pemahaman yang sama antara perusahaan dengan pekerja, pemerintah, media, masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya.
“Strategi komunikasi korporat yang efektif dapat memberikan nilai dan dampak yang signifikan bagi kelancaran operasi hulu migas serta reputasi perusahaan, sekaligus membangun kepercayaan para pemangku kepentingan,” katanya.
Menghadapi Risiko Disinformasi
Di tengah derasnya arus informasi digital, PHI menjalankan strategi komunikasi korporat terintegrasi melalui berbagai saluran.
Informasi perusahaan disampaikan melalui komunikasi internal dan eksternal, hubungan media, keterlibatan stakeholder hingga program tanggung jawab sosial dan pengembangan masyarakat.
Menurut Dony, pendekatan tersebut diarahkan untuk membangun pemahaman publik secara konsisten sekaligus mengurangi potensi munculnya distorsi informasi, misinformasi maupun disinformasi mengenai perusahaan dan industri hulu migas.
“Dengan strategi ini, kita membangun pemahaman pemangku kepentingan secara bertahap dan berkelanjutan untuk mengurangi potensi risiko adanya distorsi, disinformasi, misinformasi tentang perusahaan dan industri hulu migas,” ujarnya.
Ia menambahkan, publik membutuhkan informasi yang akurat, kredibel dan relevan, terutama ketika perusahaan beroperasi di sektor yang memiliki keterkaitan langsung dengan kepentingan energi nasional.
Komunikasi dan Keberlanjutan Operasi
PHI merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina yang mengelola operasi dan bisnis hulu migas di Regional 3 Kalimantan, mencakup Zona 8, Zona 9 dan Zona 10.
Data resmi PHI menunjukkan bahwa sepanjang 2025 perusahaan mencatat produksi minyak sebesar 58 ribu barel per hari (MBOPD) dan produksi gas sebesar 630 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).
Operasi tersebut dijalankan bersama anak perusahaan dan afiliasi dengan melibatkan SKK Migas serta mengacu pada prinsip Environmental, Social and Governance (ESG).
Dalam konteks ini, komunikasi bukan hanya menjadi sarana penyampaian informasi perusahaan. Hubungan dengan masyarakat, pemerintah, pekerja, media dan stakeholder menjadi bagian dari ekosistem yang turut menopang keberlangsungan operasi.
Hal tersebut juga terlihat dalam sejumlah kegiatan PHI sepanjang 2026. Pada Juli 2026, misalnya, PHI memperkuat komunikasi dengan media di Balikpapan melalui forum dialog industri hulu migas yang membahas peran media dalam menyampaikan informasi yang akurat mengenai operasi dan kontribusi industri migas.
Dari Penghargaan Menuju Tantangan Berikutnya
Tujuh penghargaan IABC Indonesia Awards 2026 memberikan catatan tersendiri bagi perjalanan komunikasi korporat PHI.
Namun, penghargaan tersebut pada akhirnya bukan tujuan akhir. Tantangan berikutnya adalah mempertahankan kualitas komunikasi ketika perusahaan menghadapi dinamika industri energi, perkembangan teknologi, perubahan perilaku masyarakat dan meningkatnya kecepatan arus informasi.
Bagi perusahaan hulu migas, komunikasi yang akurat dan konsisten menjadi bagian penting dalam menjelaskan kegiatan operasi, kontribusi terhadap produksi energi, program sosial dan lingkungan, serta berbagai risiko yang melekat pada kegiatan industri.
Dengan basis operasi di Kalimantan dan produksi yang berkontribusi terhadap pasokan migas nasional, PHI membawa agenda komunikasi yang tidak hanya berbicara mengenai reputasi perusahaan, tetapi juga bagaimana publik memahami posisi industri hulu migas dalam rantai ketahanan energi Indonesia.
Pengakuan IABC 2026 tersebut sekaligus menjadi catatan bahwa di era kecerdasan buatan dan percepatan informasi, teknologi dapat membantu mempercepat komunikasi. Namun, kepercayaan tetap dibangun melalui akurasi informasi, keterbukaan, konsistensi dan hubungan manusia dengan para pemangku kepentingan.















Komentar