JurnalPatroliNews – Jakarta – Presiden Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka turut menghadiri malam puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-27 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Rabu malam, 23 Juli 2025.
Mengusung tema “Indonesia Produktif”, acara ini tak hanya diramaikan oleh kader partai, tetapi juga dihadiri para pemimpin politik dari berbagai spektrum. Kehadiran lintas partai ini memperlihatkan semangat kebersamaan di tengah lanskap politik nasional yang dinamis.
Tampak hadir Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin sebagai tuan rumah, bersama para pimpinan partai lainnya seperti Agus Harimurti Yudhoyono (Demokrat), Zulkifli Hasan (PAN), Bahlil Lahadalia (Golkar), serta Al Muzammil Yusuf (PKS).
Dari jajaran legislatif, Ketua MPR RI Ahmad Muzani dan Ketua DPR RI yang juga petinggi PDIP, Puan Maharani, turut meramaikan suasana. Wakil Presiden ke-13 RI sekaligus Ketua Dewan Syuro PKB, Ma’ruf Amin, juga tampak hadir dalam barisan tamu kehormatan.
Suasana malam itu berlangsung santai dan penuh kehangatan. Meski para elite politik berasal dari partai berbeda, mereka terlihat saling bertegur sapa, bersenda gurau, dan berbincang akrab sepanjang acara.
Salah satu momen yang paling menyedot perhatian publik adalah saat Puan Maharani berjalan bersama Wapres Gibran menuju ruang utama. Keduanya tampak berdampingan dalam suasana cair, mengisyaratkan mencairnya ketegangan politik pasca pencalonan Gibran sebagai cawapres yang sempat memicu perpecahan internal PDIP.
Acara inti menampilkan pidato politik dari Muhaimin Iskandar dan Presiden Prabowo Subianto, yang sama-sama menekankan pentingnya kolaborasi lintas kekuatan untuk mewujudkan Indonesia yang lebih produktif dan sejahtera.
Untuk menyemarakkan suasana, panggung hiburan turut dimeriahkan oleh grup musik Guyon Waton asal Yogyakarta serta penyanyi dangdut kenamaan, Difarina Indra. Irama musik dan semangat kebersamaan membuat malam perayaan terasa lebih hangat.
Harlah PKB ke-27 tahun ini bukan hanya menjadi ajang seremoni, tapi juga simbol semangat baru kerja sama politik yang inklusif dan penuh harapan menuju masa depan Indonesia yang lebih maju.








