JurnalPatroliNews – Jakarta – Presiden Prabowo Subianto kembali melanjutkan rangkaian kunjungan kerjanya di Sumatera dengan mendatangi lokasi pengungsian korban banjir di Perum Kasai Permai, Nagari Kasang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, pada Senin sore, 1 Desember 2025.
Melalui siaran langsung kanal YouTube Sekretariat Presiden, terlihat rombongan presiden tiba sekitar pukul 15.30 WIB. Dalam kunjungan itu, Prabowo tampak didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Gubernur Sumbar Mahyeldi, serta Ketua DPD Gerindra Sumbar Andre Rosiade.
Sambutan Hangat dari Para Pengungsi
Setibanya di lokasi, ratusan warga yang mengungsi di tenda-tenda penampungan menyambut kedatangan kepala negara dengan penuh antusias. Prabowo langsung berjalan menyusuri area posko sambil menyapa para korban satu per satu dan berbincang ringan dengan sejumlah warga.
Cek Dapur Umum, Layanan Kesehatan, dan Trauma Healing
Usai menyapa pengungsi, Prabowo melakukan peninjauan sarana penanganan bencana di lokasi. Ia meninjau dapur umum Bekangdam XX/TIB yang bertugas menyediakan makanan bagi warga terdampak. Presiden juga mengecek kesiapan posko Basarnas, fasilitas kesehatan, dan program pemulihan trauma yang disiapkan untuk anak-anak maupun keluarga yang terdampak secara psikologis.
Ucapan Duka dan Ajakan untuk Bangkit
Saat memberikan keterangan di depan para pengungsi, Prabowo menyampaikan rasa belasungkawa kepada keluarga korban meninggal dunia sekaligus mengajak masyarakat tetap tegar menghadapi cobaan.
“Saya ikut berduka atas keluarga yang kehilangan. Saya berdoa bapak-ibu tetap kuat. Kita adalah satu keluarga besar, dan tidak akan membiarkan saudara-saudara menanggung beban sendirian,” ujar Prabowo.
Janji Percepatan Perbaikan Infrastruktur dan Pengelolaan Anggaran Bersih
Dalam kesempatan itu Prabowo menegaskan bahwa pemerintah akan mempercepat pemulihan infrastruktur yang rusak akibat bencana di wilayah Sumatera. Ia juga menekankan pentingnya penggunaan anggaran negara yang akuntabel, transparan, dan tepat sasaran agar proses pemulihan dapat benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
Prabowo mengatakan:
“Pemerintah RI adalah milik rakyat. Kita bekerja untuk rakyat. Tidak boleh ada kebocoran dan tidak boleh ada maling uang rakyat. Kalian setuju kalau saya bersihkan semua maling-maling itu?”
Ucapan tersebut langsung disambut sorak dukungan dari warga di lokasi pengungsian.













