Presiden Prabowo Pastikan Diskon Transportasi Nasional Berjalan Tepat Waktu

JurnalPatroliNews – Jakarta – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menggelar pertemuan tertutup dengan Menteri BUMN Erick Thohir di Istana Merdeka, Jakarta. Agenda utama pertemuan tersebut adalah untuk memastikan kelancaran implementasi program diskon tarif transportasi nasional yang akan dimulai dalam waktu dekat.

Kebijakan diskon ini merupakan bagian dari rangkaian stimulus ekonomi nasional yang digagas oleh Presiden Prabowo guna mendorong daya beli masyarakat selama periode libur sekolah, yang jatuh pada Juni hingga Juli 2025.

“Presiden ingin semua kebijakan yang sudah dibahas dalam rapat terbatas, termasuk insentif untuk sektor transportasi, benar-benar terlaksana mulai awal Juni ini,” ungkap Erick Thohir kepada media usai pertemuan.

Erick menyebutkan bahwa program diskon mencakup berbagai moda transportasi strategis, seperti kereta api, tol, penerbangan, hingga angkutan laut. Langkah ini diyakini akan memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi lokal selama periode liburan.

“Program ini bukan hanya meringankan beban masyarakat, tapi juga memperkuat konektivitas dan mendorong sektor pariwisata serta UMKM di berbagai daerah,” jelas Erick.

Untuk menjamin kelancaran pelaksanaan program tersebut, pemerintah akan memberikan dukungan anggaran tambahan. Erick menuturkan bahwa Kementerian Keuangan akan menyediakan pembiayaan top-up sebagai bagian dari stimulus, agar beban fiskal tidak sepenuhnya ditanggung oleh BUMN yang menjalankan tugas ini.

“Skemanya sudah dibahas. Kemenkeu akan membantu melalui top-up untuk menjaga keseimbangan keuangan BUMN yang ditugaskan. Kita jaga agar tetap sehat,” terang Erick, sembari menyebut BPI Danantara sebagai salah satu entitas pengelola utama.

Menteri Keuangan Sri Mulyani juga membeberkan rincian insentif yang diberikan. Untuk sektor perkeretaapian, masyarakat akan menikmati potongan harga tiket sebesar 30 persen, dengan dukungan anggaran mencapai Rp300 miliar dan target 2,8 juta pengguna.

Sementara itu, pada layanan penerbangan domestik kelas ekonomi, pemerintah akan menanggung sebagian pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 6 persen. Untuk kebijakan ini, disiapkan dana sebesar Rp430 miliar, menyasar sekitar 6 juta penumpang.

Tak ketinggalan, transportasi laut pun mendapat perhatian dengan pemberian diskon hingga 50 persen untuk tiket kapal penumpang. Pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp210 miliar, ditargetkan memberi manfaat kepada setengah juta penumpang.

“Kita ingin mendorong masyarakat untuk lebih aktif bepergian di dalam negeri selama liburan sekolah. Ini menjadi momentum untuk menggairahkan ekonomi domestik,” kata Sri Mulyani menegaskan.

Dengan berbagai skema insentif tersebut, pemerintah berharap masyarakat bisa menikmati liburan lebih terjangkau, sekaligus membantu mendorong roda perekonomian nasional bergerak lebih cepat.