JurnalPatroliNews – Jakarta – Program Sekolah Rakyat mendapat apresiasi luas dari masyarakat karena dinilai tidak hanya mengurangi beban finansial keluarga, tetapi juga membentuk karakter dan kemandirian anak sejak usia dini.
Sejumlah orang tua siswa di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 6 Jakarta menyampaikan rasa syukur mereka atas perubahan positif yang dialami anak-anak mereka. Juwita, salah satu wali murid, mengatakan kehidupan rumah tangganya menjadi lebih ringan sejak putranya, Fachri, menjadi peserta program ini.
“Anak saya jadi lebih rajin, sopan, dan sekarang sudah terbiasa mencuci pakaian sendiri. Sebelumnya semua urusan rumah tangga saya yang urus,” ujar Juwita.
Fachri telah tinggal di asrama SRMP 6 selama hampir satu bulan. Juwita menambahkan, selain menjadi lebih mandiri, anaknya juga terbiasa menjalani pola hidup sehat yang didukung asupan gizi dan vitamin yang terjamin.
“Di sini makannya teratur, vitaminnya juga rutin. Saya sangat berterima kasih kepada Bapak Presiden,” ucapnya.
Hal serupa diungkapkan Dian, orang tua dari Aditya. Ia menyebut perubahan yang paling terlihat adalah pola makan anaknya yang kini lebih teratur.
“Dulu makan dua kali sehari saja susah. Tapi sejak masuk Sekolah Rakyat, semua aktivitasnya sudah punya jadwal: dari makan, belajar, hingga ibadah,” kata Dian.
Ia pun menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto yang menurutnya telah menghadirkan solusi nyata bagi keluarga berpenghasilan rendah agar anak-anak mereka tetap mendapatkan pendidikan berkualitas dan kehidupan yang lebih layak.
“Saya anggap program ini jawaban doa saya sebagai orang tua. Anak saya bisa sekolah, belajar disiplin, dan kami juga terbantu secara ekonomi,” tuturnya.
Langkah Nyata Pemerintah
Sekolah Rakyat merupakan program pendidikan berasrama yang dirancang untuk membantu keluarga dalam kelompok ekonomi terbawah, khususnya mereka yang masuk dalam desil 1 dan 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Diluncurkan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, program ini bertujuan memutus rantai kemiskinan melalui pendekatan pendidikan terintegrasi dengan pemberdayaan ekonomi keluarga dan perlindungan sosial, termasuk layanan kesehatan untuk siswa dan keluarganya.
Kementerian Sosial mencatat, pada tahap pertama ini terdapat 9.700 siswa yang telah mengikuti program Sekolah Rakyat, didampingi lebih dari 1.500 guru dan 2.000 tenaga pendamping, termasuk wali asrama serta pembimbing sosial.
Sebanyak 100 lokasi Sekolah Rakyat tersebar di seluruh Indonesia. Hingga pertengahan Juli 2025, 63 titik telah beroperasi penuh, disusul 37 titik lainnya yang mulai berjalan efektif pada Agustus 2025.














