Sri Mulyani Dorong Percepatan Belanja Pemerintah Usai Konsumsi Melambat

JurnalPatroliNews – Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan bahwa pemerintah akan mempercepat realisasi belanja negara setelah mencatatkan perlambatan konsumsi sebesar 0,33 persen pada triwulan kedua 2025.

Ia menjelaskan bahwa perlambatan ini tak lepas dari tingginya angka belanja negara pada periode yang sama tahun sebelumnya, yang saat itu terdongkrak oleh aktivitas Pemilu 2024 dan persiapan Pilkada serentak.

“Pada semester pertama 2024, belanja negara tumbuh di atas 12 persen karena pengaruh pemilu. Jadi, meskipun sekarang terlihat negatif, itu lebih karena basis pembanding tahun lalu sangat tinggi,” ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers, Selasa, 5 Agustus 2025.

Meski menghadapi tantangan tersebut, Sri Mulyani tetap optimistis. Ia memperkirakan konsumsi pemerintah masih bisa tumbuh positif pada kuartal ini.

“Awalnya kami memproyeksikan pertumbuhan sekitar 0,2 persen. Tapi dengan rilis BPS yang menunjukkan kontraksi 0,33 persen, artinya semua pihak — baik di pusat maupun daerah — perlu meningkatkan kinerja belanjanya,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa kontraksi yang terjadi saat ini masih lebih baik bila dibandingkan dengan kinerja pada kuartal pertama 2025.

“Memang ada kontraksi 0,33 persen secara tahunan, tapi ini lebih baik dibandingkan triwulan pertama, saat belanja pemerintah turun lebih dalam hingga 1,37 persen. Saat itu masih masa transisi dan penyesuaian dari kabinet baru,” jelas Sri Mulyani.