JurnalPatroliNews – JAKARTA – Pemerintah mempercepat proses pemilihan serta uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di tengah meningkatnya gejolak pasar keuangan global.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membenarkan adanya percepatan proses seleksi tersebut. Ia menegaskan langkah itu bukan karena pemerintah telah menyiapkan kandidat tertentu, melainkan sebagai respons atas dinamika pasar yang sedang tidak stabil.
“Tidak ada calon yang sudah ditentukan. Prosesnya masih bertahap, dari pemerintah hingga ke Presiden,” ujar Purbaya saat ditemui di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (10/3/2026).
Menurutnya, situasi global saat ini sedang diwarnai ketegangan geopolitik dan lonjakan harga minyak dunia yang berdampak langsung pada pasar keuangan. Kondisi tersebut dinilai membutuhkan kepemimpinan yang definitif di OJK agar kebijakan dapat diambil dengan lebih cepat dan tepat.
“Percepatan dilakukan karena ada guncangan di pasar. Gejolak perang dan kenaikan harga minyak memengaruhi pasar, sehingga diperlukan pimpinan definitif di OJK secepatnya,” jelasnya.
Meski proses seleksi dipercepat, Purbaya memastikan bahwa tahapan uji kelayakan tetap dilaksanakan secara ketat dan profesional tanpa mengurangi kualitas penilaian terhadap para kandidat.
Sementara itu, Ketua Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun, sebelumnya mengungkapkan bahwa pihaknya akan menggelar uji kelayakan terhadap 10 calon komisioner OJK pada Rabu (11/3/2026).
“Ada sepuluh nama yang dikirimkan kepada kami untuk masa jabatan lima tahun sesuai surat presiden yang telah disampaikan kepada pimpinan DPR,” ujar Misbakhun.
Sepuluh kandidat yang akan mengikuti fit and proper test tersebut adalah Friderica Widyasari Dewi, Agus Sugiarto, Hernawan Bekti Sasongko, Ary Zulfikar, Hasan Fawzi, Darmansyah, Dicky Kartikoyono, Danu Febrianto, Adi Budiarso, serta Anton Daryono.
Ia menambahkan, seluruh peserta akan menjalani proses uji kelayakan yang berlangsung sepanjang hari, mulai pagi hingga malam.
“Semua peserta akan mengikuti fit and proper test dari pagi sampai malam,” kata Misbakhun.
Setelah proses tersebut selesai, Komisi XI DPR akan menyerahkan nama-nama yang dinilai memenuhi syarat kepada pimpinan DPR untuk dibawa ke rapat paripurna pada Kamis (12/3/2026).
Percepatan seleksi ini terjadi di tengah tekanan pasar yang cukup signifikan. Dalam sepekan terakhir, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat merosot hingga 6,28 persen. Secara bulanan, indeks juga mengalami penurunan sekitar 6,23 persen.
Pelemahan pasar tersebut dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, terutama setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran yang memicu kekhawatiran investor terhadap stabilitas ekonomi global.














