Tiga Capres Soal Pasar Modal RI, Beda Strategi Anies – Ganjar dan Prabowo

JurnalPatroliNews – Jakarta – Tim tiga pasangan calon presiden (Capres) dan wakil presiden mengungkapkan strategi masing-masing calon terkait pasar modal Indonesia. Saat ini terdapat tiga pasangan calon presiden dan wakil presiden yaitu Anies Baswedan-Muhaimin IskandarGanjar Pranowo-Mahfud MD, serta Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming. Lantas, bagaimana strategi ketiganya?

  1. Strategi Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar
    “Lalu bagaimana dengan capital market (pasar modal) begitu AMIN (Anies dan Muhaimin) memimpin? Kami melihat begini, capital market itu seperti ujung gunung es,” kata Tim Visi-Misi Anies, Wijayanto Samirin, dalam Debat Tim Capres di CIMB Niaga Hall, Jakarta Pusat pada Kamis malam, 9 November 2023.

Dia menuturkan, untuk memperbesar pasar modal tidak mungkin dengan menambah di ujung. Tapi harus memperkuat di hulu, yakni daya saing sektor riil, keberlanjutan fiskal, stabilitas moneter, dan stabilitas politik. 

“Kalau ini kita perkuat, maka capital market itu akan nyembul, akan terbang,” tutur Wijayanto.
Dilansir dari dokumen ‘Visi, Misi, dan Program Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar’, investor dan pelaku pasar modal termasuk di dalam agenda 28 Simpul Kesejahteraan. Anies dan Muhaimin alias Cak Imin meyakini, kesejahteraan 28 kelompok masyarakat termasuk investor dan pelaku pasar modal akan berdampak pada kesejahteraan Indonesia. 

  1. Strategi Ganjar dan Mahfud

Deputi Politik 5.0 TPN Ganjar-Mahfud, Andi Widjajanto, mengatakan emiter terbesar di pasar modal Indonesia adalah bank, terutama Himbara. Sementara tren di pasar modal global, emiten yang melompat signifikan adalah perusahaan teknologi.

“Ini membutuhkan literasi pembangunan pasar keuangan di Indonesia,” ucap Andi dalam kesempatan yang sama. 

Dia menyebut, indeks pembangunan keuangan Indonesia berada di urutan 63 dari 182 negara. Menurut Andi, ini berarti Indonesia jauh tertinggal. 

Andi melanjutkan, literasi keuangan Indonesia idealnya mencapai 70 persen. Oleh karena itu, kata dia, wajar jika masyarakat terjerat Pinjol hingga judi online.

“Yang paling ditakutkan oleh pasar bukan perubahan, tapi ketidakpastian,” ujar Andi. “Apa yang menyebabkan ketidakpastian? Demokrasi.”

Dia pun menukil data Freedom in the World yang menyebut indeks demokrasi Indonesia terus menurun dari 2013-2023. Begitu demokrasi turun, kata dia, good governance turun, transparansi dan akuntabilitas turun, ketidakpastian meningkat.

Dilansir dari dokumen yang dipresentasikan Andi, pasar modal Indonesia terus tumbuh dalam 5 tahun terakhir. Ini tercermin dari kapitalisasi pasar yang terus naik dan jumlah investor yang mencapai 10 juta-an orang per 2022. 

“Di bawah pemerintahan Ganjar-Mahfud, daya dorong pertumbuhan pasar modal akan semakin kuat karena selaras dengan peluang yang lahir dari program-program percepatan pembangunan dan upaya-upaya mewujudkan lingkungan hidup berkelanjutan, salah satunya melalui transisi energi baru terbarukan,” begitu yang tertulis dalam dokumen tersebut.

Komentar