JurnalPatroliNews – Jakarta – Pelajar berinisial F, tersangka dalam insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara, diketahui memiliki kepribadian tertutup dan jarang bersosialisasi dengan teman maupun lingkungan sekitarnya.
Informasi tersebut terungkap setelah penyidik memeriksa 16 saksi, termasuk keluarga, guru, dan para siswa yang berada di sekolah saat kejadian berlangsung.
“Berdasarkan keterangan yang dikumpulkan, Anak yang Berkonflik dengan Hukum (ABH) tersebut dikenal pendiam dan kurang berinteraksi dengan orang lain,” ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri dalam konferensi pers di Markas Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa, 11 November 2025.
Irjen Asep menambahkan, temuan ini sejalan dengan hasil penelusuran terhadap ponsel dan aktivitas daring F. Dari pemeriksaan itu, penyidik menemukan ketertarikan F terhadap konten yang menampilkan unsur kekerasan serta materi ekstrem lainnya.
Peristiwa ledakan yang terjadi pada Jumat, 7 November 2025, mengguncang lingkungan SMAN 72 saat sebagian besar siswa tengah melaksanakan ibadah salat Jumat. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, insiden tersebut menyebabkan lebih dari 90 pelajar mengalami luka dan harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.














