JurnalPatroliNews – Jakarta – Polres Metro Jakarta Timur berhasil mengamankan empat orang yang diduga terlibat dalam perusakan sejumlah kantor polisi saat unjuk rasa ricuh pekan lalu.
Kasat Reskrim Polres Metro Jaktim, AKBP Dicky Fertoffan, menjelaskan bahwa penyidik masih menelusuri peran masing-masing terduga pelaku serta memburu pelaku lain yang ikut dalam aksi tersebut.
“Dua orang kami tangkap terkait perusakan di Polsek Jatinegara, satu di Polsek Cipayung, dan satu di Polres Metro Jaktim,” ujar Dicky, Jumat (5/9/2025).
Ia menambahkan detail peran pelaku belum bisa dipublikasikan karena proses pengejaran terhadap kelompok lain masih berjalan.
Kericuhan pecah pada Sabtu dini hari (30/8), ketika ratusan orang menyerang Mapolres Metro Jaktim. Massa melempari gedung dengan batu dan benda keras, hingga puluhan kendaraan dinas maupun pribadi yang terparkir di depan kantor polisi terbakar habis.
Peristiwa itu dipicu oleh insiden sebelumnya, yakni tewasnya Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online, yang tertabrak kendaraan taktis Brimob saat demonstrasi 28 Agustus. Affan diketahui tidak terlibat aksi namun menjadi korban di lokasi.
Gelombang unjuk rasa yang meluas di berbagai kota awalnya dipicu protes terhadap tunjangan DPR serta kritik atas sikap wakil rakyat yang dinilai abai pada kondisi masyarakat. Namun tragedi Affan membuat tuntutan publik bertambah, termasuk reformasi kepolisian, pembentukan tim independen investigasi, penghentian kriminalisasi demonstran, hingga transparansi anggaran DPR.
Tuntutan lain yang mencuat adalah pembebasan mahasiswa yang ditahan, penghentian tindakan represif aparat, penegakan hukum terhadap dugaan pelanggaran HAM, menolak keterlibatan militer dalam urusan sipil, hingga jaminan upah layak dan pencegahan PHK massal.
Namun, di tengah aksi yang semula berlangsung damai, kelompok tidak dikenal memanfaatkannya untuk memicu kerusuhan dan merusak fasilitas umum di sejumlah daerah.








