10 Tewas dalam Serangan Rusia-Ukraina, Kremlin Sindir Koalisi Pendukung Zelensky

JurnalPatroliNews | Internasional – Eskalasi perang antara Rusia dan Ukraina kembali memakan korban jiwa. Sedikitnya 10 orang dilaporkan tewas dalam rangkaian serangan udara yang terjadi di kedua negara pada Senin (13/7/2026), ketika upaya diplomatik untuk menghentikan konflik masih belum menunjukkan kemajuan berarti.

Serangan terbaru berlangsung menjelang agenda Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky yang dijadwalkan menghadiri pertemuan bersama para pemimpin Prancis, Inggris, dan Jerman dalam forum Coalition of the Willing di Paris guna membahas dukungan internasional terhadap Ukraina serta langkah-langkah penyelesaian konflik.

Rusia Klaim Empat Warga Tewas

Pemerintah Rusia menyatakan empat orang meninggal dunia akibat serangan drone yang diluncurkan Ukraina.

Tiga korban dilaporkan tewas di kawasan Istra, wilayah pinggiran Moskow, sementara seorang perempuan meninggal di wilayah perbatasan Belgorod.

Gubernur Wilayah Moskow Andrey Vorobyov mengatakan sistem pertahanan udara Rusia berhasil mencegat puluhan drone yang mengarah ke ibu kota.

Menurutnya, sebanyak 81 drone berhasil ditembak jatuh sebelum mencapai sasaran.

Selain korban meninggal, beberapa warga juga dilaporkan mengalami luka-luka, sementara serangan turut menyasar wilayah Stavropol di Rusia bagian selatan.

Enam Korban Tewas di Ukraina

Di sisi lain, otoritas Ukraina melaporkan sedikitnya enam orang meninggal dunia akibat serangan militer Rusia.

Tiga korban merupakan awak kapal kargo sipil berbendera Togo yang tengah membongkar muatan pupuk mineral ketika kapal tersebut diserang.

Menteri Pembangunan Masyarakat dan Wilayah Ukraina, Oleksii Kuleba, mengecam serangan tersebut dan menyebut sasaran yang dihantam merupakan kapal dagang sipil.

Sementara itu, dua warga sipil dilaporkan tewas akibat serangan drone Rusia di wilayah Zaporizhzhia, sedangkan satu korban lainnya meninggal dunia di Kherson.

Diplomasi Masih Buntu

Gelombang serangan terbaru terjadi di tengah upaya negara-negara Barat meningkatkan koordinasi untuk mendukung Ukraina.

Presiden Zelensky dijadwalkan menghadiri pertemuan dengan para pemimpin Prancis, Inggris, dan Jerman di Paris guna membahas langkah lanjutan menghadapi agresi Rusia serta mencari peluang penyelesaian konflik.

Namun, Kremlin justru mengecam forum tersebut.

Juru bicara Kremlin menyebut Coalition of the Willing sebagai kelompok yang hanya memperpanjang konflik dan mendorong eskalasi perang.

Sementara itu, inisiatif diplomatik yang dimediasi Amerika Serikat untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina juga dilaporkan masih mengalami kebuntuan setelah beberapa bulan terakhir belum menghasilkan terobosan signifikan.

Dengan intensitas serangan yang terus meningkat, peluang tercapainya gencatan senjata dalam waktu dekat dinilai masih menghadapi tantangan besar.

Komentar