Aliansi Rusia-Korut Makin Erat, Putin Apresiasi Dukungan Militer Pyongyang

JurnalPatroliNews | Moskow – Hubungan strategis antara Rusia dan Korea Utara (Korut) kembali diperlihatkan melalui pertemuan tingkat tinggi di Moskow. Dalam dialog tersebut, Pyongyang menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kebijakan Rusia terkait konflik di Ukraina, sementara Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan apresiasi atas kontribusi Korea Utara, termasuk dukungan militernya.

Pernyataan itu disampaikan dalam rangkaian pertemuan Menteri Luar Negeri Korea Utara Choe Son-hui dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov di Moskow, Senin (20/7/2026).

Menurut laporan Korean Central News Agency (KCNA) yang dikutip AFP pada Selasa (21/7/2026), pertemuan Choe dan Lavrov merupakan Dialog Strategis Rusia–Korea Utara yang ketiga.

Pyongyang Tegaskan Dukungan Politik

Dalam pernyataan resminya, Korea Utara kembali menyampaikan dukungan terhadap kebijakan Rusia, termasuk langkah-langkah yang diklaim Moskow sebagai upaya mengatasi penyebab konflik di Ukraina.

Pyongyang juga menyatakan dukungannya terhadap upaya Rusia menjaga kedaulatan, integritas wilayah, dan prinsip yang mereka sebut sebagai keadilan internasional.

Pernyataan tersebut menegaskan semakin eratnya hubungan politik kedua negara di tengah berlanjutnya konflik Rusia-Ukraina.

Putin Sampaikan Terima Kasih

Sehari sebelum dialog strategis berlangsung, Presiden Vladimir Putin menerima Choe Son-hui di Kremlin.

Dalam kesempatan itu, Putin menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Korea Utara terhadap operasi militer Rusia di Ukraina.

“Saya sekali lagi ingin menyampaikan terima kasih atas dukungan terhadap operasi militer khusus yang sedang kami lakukan,” ujar Putin.

Presiden Rusia juga memberikan penghormatan kepada personel militer Korea Utara yang disebut ikut mendukung operasi Rusia.

“Kami tidak akan pernah melupakan tindakan heroik mereka. Mereka akan dihormati sama seperti warga negara kami sendiri,” kata Putin.

Kerja Sama Militer Jadi Sorotan

Sejumlah laporan sebelumnya menyebut Korea Utara telah mengirim personel militer ke wilayah Kursk serta memasok berbagai perlengkapan militer untuk membantu Rusia.

Sebaliknya, sejumlah analis menilai Moskow diduga memberikan berbagai bentuk dukungan kepada Pyongyang, mulai dari bantuan ekonomi, pasokan energi, pangan, hingga kerja sama di bidang teknologi militer.

Namun, rincian mengenai bentuk maupun nilai kerja sama tersebut belum dijelaskan secara resmi oleh kedua pemerintah.

Aliansi Kian Menguat

Hubungan Rusia dan Korea Utara dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan peningkatan signifikan, terutama sejak kedua negara memperluas kerja sama di bidang pertahanan dan keamanan.

Sebelumnya, pemimpin Korea Utara Kim Jong-un bahkan menyebut operasi militer Rusia di Ukraina sebagai “perang suci” dan menyatakan kesiapannya untuk membantu Moskow meraih kemenangan.

Pernyataan tersebut memperkuat sinyal bahwa kedua negara terus mempererat kemitraan strategis di tengah meningkatnya dinamika geopolitik global.

Komentar