9 Pendukung Iran Tewas Ditembak saat Menerobos Konsulat AS di Pakistan

JurnalPatroliNews – Jakarta – Sedikitnya sembilan pengunjuk rasa dilaporkan tewas setelah berusaha menerobos tembok luar Konsulat Amerika Serikat di Karachi, Pakistan, Minggu (1/3/2026). Insiden berdarah itu terjadi di tengah aksi protes massa pro-Iran.

Aksi demonstrasi pecah menyusul kabar serangan militer Amerika Serikat dan Israel yang dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei.

Dalam laporan Reuters, para demonstran terdengar meneriakkan slogan anti-Amerika dan anti-Israel saat kerumunan memanas di sekitar area konsulat.

Juru bicara Pemerintah Daerah Karachi Sukhdev Assardas Hemnani mengatakan massa sempat menembus lapisan keamanan luar sebelum akhirnya dipukul mundur aparat. Kerusuhan juga diwarnai pembakaran sebuah kendaraan di depan gerbang utama serta bentrokan dengan polisi.

Menurut Hemnani, petugas keamanan konsulat melepaskan tembakan ke arah massa.

“Kami terus berkomunikasi dengan pihak konsulat. Seluruh staf dalam kondisi aman,” ujarnya.

Kepolisian setempat melaporkan sedikitnya sembilan demonstran tewas dan 34 lainnya mengalami luka-luka. Pihak Civil Hospital Karachi menyebut seluruh korban—baik meninggal maupun terluka—mengalami luka tembak.

Situasi serupa juga terjadi di Baghdad, Irak, ketika aparat menembakkan gas air mata dan granat kejut untuk membubarkan ratusan demonstran pro-Iran di luar Zona Hijau, lokasi Kedutaan Besar AS.

Pakistan dan Irak diketahui merupakan dua negara dengan populasi Muslim Syiah terbesar setelah Iran.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Konsulat AS di Karachi maupun Kedutaan Besar AS di Islamabad belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden tersebut.