JurnalPatroliNews | Manila – Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengecam insiden yang melibatkan personel Penjaga Pantai China dan Angkatan Laut Filipina di kawasan Beting Second Thomas (Second Thomas Shoal), Laut China Selatan. Washington menilai tindakan tersebut berpotensi meningkatkan ketegangan dan mengganggu stabilitas kawasan.
Pernyataan itu disampaikan Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Tommy Pigott menyusul laporan mengenai bentrokan yang terjadi saat personel Filipina menjalankan operasi logistik menuju BRP Sierra Madre, kapal perang yang dikandaskan Manila dan difungsikan sebagai pos militer di wilayah sengketa.
“Amerika Serikat mengecam tindakan berbahaya dan agresif China terhadap personel Angkatan Laut Filipina di Beting Second Thomas di Laut China Selatan dan menyerukan agar China segera menghentikan perilaku yang bersifat destabilisasi,” ujar Pigott dalam pernyataan resminya.
Washington Soroti Stabilitas Kawasan
Menurut Departemen Luar Negeri AS, tindakan yang dituduhkan kepada China dinilai sebagai bagian dari pola tekanan terhadap aktivitas maritim Filipina yang dianggap sah.
Washington menilai tindakan tersebut tidak sejalan dengan komitmen penyelesaian sengketa secara damai sebagaimana diharapkan dalam berbagai forum internasional.
Pemerintah AS kembali menegaskan pentingnya menjaga stabilitas, kebebasan navigasi, serta penyelesaian perselisihan berdasarkan hukum internasional.
Filipina dan China Saling Beri Versi Berbeda
Sebelumnya, militer Filipina menyatakan seorang personel Angkatan Laut mengalami luka di bagian kepala setelah diduga dipukul menggunakan tongkat oleh personel Penjaga Pantai China saat berlangsungnya operasi di sekitar Beting Second Thomas.
Insiden tersebut disebut terjadi ketika personel Filipina mendekati BRP Sierra Madre, kapal yang sejak lama menjadi simbol kehadiran Manila di wilayah sengketa Laut China Selatan.
Namun, pemerintah China membantah tuduhan tersebut dan justru menuding pihak Filipina melakukan tindakan yang memicu bentrokan.
Dengan demikian, kedua negara hingga kini masih menyampaikan versi yang berbeda mengenai kronologi maupun penyebab insiden tersebut.
ASEAN Jadi Momentum Diplomasi
Kecaman Washington disampaikan bertepatan dengan kunjungan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio ke Manila untuk menghadiri rangkaian Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN.
Menjelang forum tersebut, Rubio menyatakan dirinya terbuka untuk mengadakan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi apabila terdapat kesempatan di sela-sela agenda ASEAN.
Pertemuan itu dinilai berpotensi menjadi ruang diplomasi untuk membahas berbagai isu strategis, termasuk meningkatnya ketegangan di Laut China Selatan yang terus menjadi perhatian komunitas internasional.








Komentar