Lima kelompok kerja HACGAM yang aktif berdiskusi dalam forum tersebut adalah Search and Rescue Working Group (SAR WG), Preventing and Controlling Unlawful Act at Sea Working Group (PCUAS WG), Environmental Protection Working Group (EP WG), Capacity Building Working Group (CB WG) sebagai Chair Bakamla RI (Indonesia Coast Guard) dan Information Sharing and Joint Exercise Working Group (ISJE WG).
Dalam sesi pleno, masing-masing Chair Working Group melaporkan hasil pembahasan dan konsultasi kepada seluruh kepala delegasi. Selain itu, forum juga menyepakati Joint Statement HACGAM 2025, yang menegaskan pentingnya kerja sama lintas batas dalam menghadapi tantangan keamanan laut modern, termasuk kejahatan lintas negara, penyelundupan, dan keselamatan pelayaran.
Pada kesempatan tersebut, China Coast Guard (CCG) juga memaparkan kesiapan sebagai tuan rumah HACGAM ke-22 tahun 2026 di Quangzhou, RRT, serta disampaikan laporan pelaksanaan Coast Guard Global Summit (CGGS) oleh Italian Coast Guard.
Laksda Bakamla Didong Rio Duta menyampaikan bahwa partisipasi aktif Bakamla RI dalam forum HACGAM merupakan bentuk nyata komitmen Indonesia dalam memperkuat kerja sama keamanan laut di kawasan.
“Kehadiran Bakamla RI bukan hanya membawa nama Indonesia, tetapi juga menunjukkan komitmen kuat untuk berkontribusi dalam membangun kawasan maritim yang aman, stabil, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dengan keikutsertaan dalam HACGAM 2025 ini, Bakamla RI menegaskan perannya sebagai Chair Capacity Building Working Group, sekaligus memperluas jejaring kerja sama internasional dalam menghadapi tantangan keamanan maritim yang semakin kompleks di kawasan Asia Pasifik














