JurnalPatroliNews – Jakarta -Pasukan Dirgantara Garda Revolusi Iran (IRGC) mengonfirmasi peluncuran gelombang serangan rudal hipersonik dan drone tempur yang menargetkan titik-titik vital di wilayah Israel pada Kamis (5/3/2026) dini hari.
Serangan ini dilaporkan menghantam gedung Kementerian Pertahanan Israel serta Bandara Internasional Ben Gurion di Tel Aviv sebagai bagian dari fase ke-17 Operasi True Promise 4.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis melalui kantor berita Fars, IRGC menyebutkan bahwa operasi dengan sandi “Yā Rasūlallāh” ini berhasil menembus barisan pertahanan udara Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) milik Amerika Serikat.
THAAD merupakan sistem interseptor rudal balistik tercanggih yang ditempatkan AS untuk memperkuat payung udara Israel.
Pihak IRGC mengklaim keunggulan teknologi rudal hipersonik mereka mampu melewati deteksi radar lawan.
Militer Iran menyatakan telah menghancurkan sedikitnya tujuh unit radar ultracanggih di kawasan tersebut sebelum meluncurkan serangan utama.
Langkah ini diklaim berhasil melumpuhkan kemampuan deteksi dini Israel dan Amerika Serikat di wilayah tersebut.
Laporan yang dikutip dari Al Jazeera menyebutkan bahwa serangan balasan ini dipicu oleh agresi udara gabungan AS-Israel yang sebelumnya menghantam lebih dari 115 kota di seluruh Iran.
Serangan tersebut dilaporkan menelan korban jiwa sedikitnya 900 orang, di mana fasilitas publik seperti rumah sakit, sekolah, dan area pemukiman warga turut terdampak parah.
Situasi di kawasan semakin memanas menyusul serangan udara AS-Israel terhadap infrastruktur sipil Iran sebelumnya.
Bandara Bushehr menjadi salah satu target utama yang mengakibatkan kehancuran pesawat penumpang milik maskapai Iran Air.
Selain itu, serangan dilaporkan menyasar area strategis di sekitar Bandara Mehrabad di Teheran, yang memperluas zona konflik hingga ke jantung ibu kota Iran.
Hingga saat ini, eskalasi militer di Timur Tengah menunjukkan tren yang kian mengkhawatirkan dengan adanya penggunaan senjata strategis tingkat tinggi dari kedua belah pihak.
Otoritas internasional terus memantau dampak kerusakan dan potensi korban jiwa lebih lanjut di wilayah Tel Aviv pasca-hantaman rudal hipersonik tersebut.











