JurnalPatroliNews – Jakarta – Komando Pusat Amerika Serikat (Centcom) mengonfirmasi jatuhnya pesawat pengisian bahan bakar udara militer, KC-135, di wilayah Irak Barat.
Insiden tersebut terjadi saat pesawat tengah menjalankan misi dalam Operasi Epic Fury bersama pasukan Israel melawan Iran pada Jumat (13/3).
Dalam pernyataan resminya, Centcom menjelaskan bahwa awalnya pesawat tersebut dilaporkan hilang kontak sebelum akhirnya dikonfirmasi jatuh. Hingga saat ini, tim penyelamat telah dikerahkan ke lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi dan pencarian kru.
Diketahui terdapat dua pesawat yang terlibat dalam misi tersebut. Meski satu unit jatuh, Centcom memastikan bahwa pesawat kedua berhasil melakukan pendaratan dengan selamat di pangkalan terdekat.
“Dua pesawat terlibat dalam insiden tersebut. Salah satu pesawat jatuh di Irak Barat, dan yang kedua mendarat dengan selamat,” tulis pernyataan resmi Centcom.
Pihak militer Amerika Serikat juga menegaskan bahwa jatuhnya pesawat tanker tersebut bukan disebabkan oleh serangan dari pihak lawan maupun kesalahan komunikasi antarpasukan sekutu (friendly fire). “Ini bukan karena tembakan musuh atau tembakan sekutu,” tegas pihak Centcom.
Hingga saat ini, detail mengenai penyebab pasti kecelakaan maupun kondisi para awak pesawat belum dirilis secara terperinci.
Sebagai informasi, Centcom merupakan salah satu dari sebelas komando tempur gabungan Departemen Pertahanan AS yang dibentuk sejak 1983.
Komando ini memegang tanggung jawab strategis di wilayah Timur Tengah, Asia Tengah, hingga sebagian Asia Selatan.














