JurnalPatroliNews – Jakarta – Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengambil langkah defensif yang tegas dalam merespons ancaman ekonomi dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Melalui kebijakan baru bertajuk “Beli Produk Kanada” (Buy Canadian), Carney mendesak warga dan seluruh instansi pemerintah untuk memprioritaskan konsumsi barang serta jasa hasil produksi dalam negeri.
Langkah ini diambil hanya berselang beberapa jam setelah Trump mengancam akan mengenakan tarif 100 persen terhadap seluruh produk asal Kanada.
Dalam pernyataan resminya, Mark Carney menekankan bahwa di tengah ketidakpastian lanskap perdagangan global, Kanada harus fokus pada apa yang bisa dikendalikan secara mandiri.
Pemerintah Kanada berkomitmen untuk menggunakan material asli seperti baja, aluminium, kayu, serta teknologi lokal dalam setiap proyek nasional strategis.
Kebijakan ini akan diterapkan secara ketat pada sektor-sektor kunci, mulai dari pembangunan jutaan unit rumah, proyek infrastruktur skala besar, hingga pengadaan perangkat keras militer untuk menjaga kedaulatan negara.
Pemicu utama kemarahan Donald Trump adalah kunjungan bersejarah Carney ke China baru-baru ini, yang merupakan kunjungan pertama pemimpin Kanada dalam hampir satu dekade.
Kunjungan tersebut menghasilkan kesepakatan pengurangan tarif ekspor pertanian dan pengaturan impor kendaraan listrik yang disambut baik oleh Presiden Xi Jinping.
Namun, bagi Trump, langkah tersebut dianggap sebagai upaya menjadikan Kanada sebagai pelabuhan transit bagi produk China untuk merembes ke Amerika Serikat. Trump bahkan secara provokatif menyapa Carney dengan sebutan “Gubernur” sebagai bentuk sindiran atas kepemimpinannya.
Selain faktor China, penolakan Kanada terhadap sistem pertahanan rudal Golden Dome di Greenland yang diusulkan AS turut memperkeruh suasana. Di tengah ancaman tarif yang dapat melumpuhkan ekspor, Mark Carney memilih untuk memperkuat rantai pasok nasional sebagai perlindungan terhadap tekanan eksternal.
Strategi ini menandai pergeseran arah ekonomi Kanada yang kini lebih mengedepankan kemandirian manufaktur domestik dan loyalitas terhadap pekerja lokal untuk membangun kekuatan ekonomi yang lebih tangguh di masa depan.












