JurnalPatroliNews – Jakarta –Â Pasar saham di kawasan Eropa ditutup menguat, terdorong reli pada sektor industri serta otomotif seiring meningkatnya minat investor terhadap aset berisiko dan optimisme bahwa The Federal Reserve akan segera memangkas suku bunga.
Pada perdagangan Kamis, 4 Desember 2025, indeks STOXX 600 menanjak 0,45 persen ke posisi 578,84 — menandai penguatan selama tiga sesi berturut-turut.
Sektor otomotif menjadi bintang utama dengan lompatan 2,2 persen. Saham Porsche melesat 5,7 persen, sementara Mercedes-Benz mencatat kenaikan 4,4 persen. Euforia ini tak lepas dari usulan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk melonggarkan aturan efisiensi bahan bakar, yang dinilai membuka peluang lebih besar bagi kendaraan berbahan bakar bensin.
Sektor industri juga turut menopang penguatan pasar dengan mencatat kenaikan 1,4 persen, dipicu apresiasi tajam pada saham Schneider Electric dan Siemens Energy setelah keduanya mendapat peningkatan peringkat dari J.P. Morgan.
Dari indeks utama Eropa, DAX Jerman bertambah 0,79 persen atau 188,32 poin ke level 23.882,03. FTSE 100 Inggris menguat 0,19 persen atau 18,80 poin menjadi 9.710,87. CAC 40 Prancis menambah 0,43 persen atau 34,61 poin ke posisi 8.122,03.
Ekspektasi bahwa The Fed segera memangkas suku bunga terus menjadi pendorong sentimen pasar. Penurunan klaim pengangguran di AS ke titik terendah selama tiga tahun tidak cukup untuk mengubah keyakinan investor terhadap prospek pelonggaran moneter. Para analis menilai pelaku pasar kini lebih percaya diri menghadapi risiko.
Sektor teknologi tidak tertinggal, naik 0,7 persen. Saham SAP dan Capgemini sama-sama terdongkrak setelah memperoleh peningkatan rekomendasi dari J.P. Morgan. Emiten semikonduktor seperti STMicroelectronics serta Soitec juga menanjak setelah laporan bahwa produsen chip China, Cambricon, berencana menggandakan produksi guna memanfaatkan celah pasar yang ditinggalkan Nvidia di pasar domestik.
Sektor perbankan mencatat kenaikan 1,1 persen, sementara sektor pertahanan bergerak positif 0,9 persen. Sebaliknya, sektor kesehatan mengalami tekanan dengan penurunan 0,6 persen. Saham Philips terkoreksi hingga 5,6 persen akibat kekhawatiran terhadap prospek pertumbuhannya.
Aksi jual juga terjadi pada saham perusahaan produsen minuman beralkohol seperti Remy Cointreau dan Diageo menyusul penurunan rekomendasi dari UBS.














