Di sisi lain, Ishiba juga mencatat perlunya penggabungan berbagai kerangka kerja keamanan dan diplomatik yang ada, seperti Quad, dengan melibatkan negara-negara seperti Australia, Selandia Baru, Korea Selatan, dan Filipina.
Ia menekankan bahwa model NATO versi Asia bisa mempertimbangkan pembagian kendali senjata nuklir AS untuk menghadapi ancaman yang semakin meningkat dari Tiongkok, Korea Utara, dan Rusia.
Menanggapi isu keamanan, Ishiba mengingatkan bahwa Jepang perlu memperkuat pertahanan, merujuk pada pelanggaran wilayah udara oleh pesawat tempur Rusia dan Tiongkok serta peluncuran rudal oleh Korea Utara. Ia juga berkomitmen untuk melanjutkan kebijakan ekonomi Kishida yang bertujuan menarik Jepang keluar dari deflasi, sambil mengatasi tantangan demografis dan ketahanan terhadap bencana alam.
Sejak Perang Dunia II, LDP telah berkuasa di Jepang, dan pandangan sentris Ishiba diharapkan dapat membantu partai menghadapi tantangan dari oposisi yang lebih liberal. Kehadirannya diharapkan dapat meningkatkan dukungan untuk LDP, yang belakangan ini terpengaruh oleh skandal korupsi yang menurunkan popularitas Kishida.
Shigeru Ishiba adalah sosok berpengalaman dalam politik Jepang, pertama kali terpilih menjadi anggota parlemen pada tahun 1986 dan pernah menjabat di berbagai posisi penting, termasuk menteri pertahanan dan menteri pertanian, serta sekretaris jenderal LDP di bawah kepemimpinan Shinzo Abe.










