Hamas Bantah Tuduhan Israel, Sebut Serangan di Lebanon sebagai Agresi Brutal

JurnalPatroliNews – Jakarta – Hamas menolak keras tuduhan Israel yang mengeklaim adanya fasilitas pelatihan militer kelompok itu di kamp pengungsi di Lebanon. Dalam pernyataannya, Hamas menyebut klaim tersebut sebagai “rekayasa” dan menegaskan bahwa mereka tidak mengoperasikan pusat pelatihan apa pun di wilayah tersebut.

Kelompok itu menyebut serangan Israel sebagai “tindakan agresi biadab” yang tidak hanya menyasar warga sipil, tetapi juga melanggar kedaulatan Lebanon.

Beberapa jam sebelum serangan di kamp pengungsi itu, militer Israel juga menghantam sebuah kendaraan di lokasi berbeda di Lebanon selatan, yang menyebabkan dua orang tewas.

Serangan-serangan terbaru ini menambah ketegangan di tengah konflik yang telah berlangsung sejak perang Gaza pecah pada Oktober 2023. Selama lebih dari dua tahun terakhir, Israel kerap menargetkan tokoh-tokoh Hamas serta kelompok Palestina lainnya di Lebanon.

Menurut data terbaru, perang Gaza telah menyebabkan lebih dari 69.400 warga Palestina meninggal dan lebih dari 170.000 lainnya terluka. Sementara itu, serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 menewaskan 1.139 warga Israel.