JurnalPatroliNews | Washington — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan negara-negara Eropa bersedia membuka cadangan diesel mereka di tengah lonjakan harga energi dan ketatnya pasokan bahan bakar global.
Pernyataan itu disampaikan Trump melalui platform Truth Social pada Jumat (2/10/2026). Ia menyebut pelepasan cadangan diesel dalam jumlah besar akan dimulai segera.
“Europe has just agreed to release a massive amount of their heavily stocked Diesel Oil. The process will begin immediately,” tulis Trump.
Pengumuman tersebut datang setelah beberapa hari Washington mendorong negara-negara Eropa untuk menggunakan stok darurat mereka guna menekan harga diesel. Pemerintah AS sebelumnya bahkan mempertimbangkan pembatasan ekspor diesel jika negara-negara Eropa tidak mengambil langkah untuk menambah pasokan di pasar.
Namun, perkembangan berikutnya menunjukkan persoalan tersebut tidak hanya melibatkan Eropa. Pada hari yang sama, negara-negara G7 sepakat mengoordinasikan pelepasan 100 juta barel minyak mentah dan diesel dari cadangan darurat, dengan pelaksanaan dikoordinasikan melalui Badan Energi Internasional atau International Energy Agency (IEA).
Dari Desakan Trump ke Kesepakatan G7
Langkah membuka cadangan tersebut muncul di tengah kenaikan harga bahan bakar yang dipengaruhi gangguan pasokan energi internasional.
Reuters melaporkan Amerika Serikat sebelumnya menekan Uni Eropa untuk menarik sebagian persediaan diesel darurat. Washington sempat memperingatkan bahwa kegagalan mengambil tindakan dapat diikuti pembatasan ekspor diesel AS, yang berpotensi memperketat pasokan bagi Eropa.
Pada akhirnya, negara-negara G7 menyepakati pelepasan 100 juta barel minyak dan produk minyak dari cadangan darurat.
Kesepakatan tersebut juga memuat komitmen negara anggota untuk tidak menerapkan pembatasan ekspor produk energi di antara mereka.
Belum Ada Rincian Negara dan Volume Diesel
Meski Trump menyebut Eropa akan mengeluarkan “jumlah besar” cadangan diesel, rincian resmi mengenai negara mana yang melepas stok dan berapa volume diesel dari masing-masing negara belum sepenuhnya diumumkan.
Dalam pernyataan G7, angka yang disebut adalah total 100 juta barel, tetapi tidak dirinci secara final berapa bagian yang berasal dari minyak mentah, diesel maupun produk olahan lainnya. Pelepasan dijadwalkan dimulai segera dan berlangsung selama empat bulan. Sejumlah besar diesel diharapkan masuk pasar dalam 20 hari pertama.
Sebelumnya, pemerintah negara-negara Uni Eropa membahas proposal Prancis untuk melepas sekitar 50 juta barel diesel, sementara anggota IEA diminta melepas 50 juta barel minyak mentah. Namun angka tersebut merupakan bagian dari proposal yang dibahas sebelum kesepakatan G7 dan bukan rincian final seluruh volume yang disepakati.
Cadangan Darurat Jadi Penyangga Pasar
Cadangan minyak strategis pada dasarnya disiapkan sebagai penyangga ketika pasar mengalami gangguan pasokan serius.
Pembukaan stok tersebut dapat menambah pasokan dalam jangka pendek sehingga membantu meredakan tekanan harga, meskipun besarnya pengaruh terhadap harga akan bergantung pada volume yang benar-benar dilepas, kecepatan distribusi dan kondisi permintaan global.
Kesepakatan G7 kali ini juga berlangsung setelah pelepasan cadangan minyak terbesar sebelumnya, yakni sekitar 400 juta barel, yang dikoordinasikan IEA pada Maret 2026. Reuters mencatat sekitar dua pertiga dari komitmen pelepasan sebelumnya telah direalisasikan.
Eropa Semakin Bergantung pada Impor Diesel
Tekanan terhadap pasar diesel Eropa meningkat ketika gangguan pasokan dari kawasan Timur Tengah mengurangi ketersediaan produk minyak.
Reuters melaporkan Eropa meningkatkan impor diesel dari Amerika Serikat sepanjang tahun ini setelah gangguan pasokan dari produsen kawasan Teluk. Kondisi tersebut membuat kebijakan ekspor diesel AS menjadi isu penting bagi ketahanan pasokan Eropa.
Dalam situasi tersebut, pelepasan cadangan menjadi salah satu instrumen yang dapat digunakan untuk menambah pasokan tanpa harus menunggu peningkatan produksi baru.
Harga Diesel Mulai Bereaksi
Pasar minyak langsung merespons kabar mengenai rencana pelepasan cadangan.
Data yang dikutip Reuters menunjukkan kontrak berjangka diesel AS turun sekitar 3,25 persen menjadi USD4,49 per galon, sementara kontrak diesel acuan Eropa turun sekitar USD83 per metrik ton atau 5,75 persen setelah kabar kesepakatan tersebut muncul.
Pergerakan harga tersebut menunjukkan pasar memperhitungkan tambahan pasokan dari pelepasan cadangan.
Namun, dampak jangka panjang masih akan bergantung pada perkembangan pasokan global dan keberlanjutan distribusi produk minyak.
Ancaman Larangan Ekspor AS Dicabut
Setelah kesepakatan tersebut tercapai, Trump menyatakan Amerika Serikat tidak akan memberlakukan larangan ekspor diesel.
Sebelumnya, Trump beberapa kali menyebut kemungkinan pembatasan ekspor sebagai salah satu opsi untuk menjaga ketersediaan bahan bakar dalam negeri.
Dalam keterangan kepada wartawan, Trump mengatakan AS tidak akan melakukan larangan ekspor dan menyebut negara-negara Eropa akan memberikan kontribusi besar terhadap pasar energi dunia.
Sementara itu, pernyataan bersama G7 menyebut negara anggotanya akan menahan diri dari pembatasan ekspor produk energi satu sama lain.
IEA Dilibatkan dalam Pelepasan
International Energy Agency mendapat peran penting dalam mengoordinasikan pelaksanaan pelepasan cadangan.
Dalam kesepakatan tersebut, G7 menyatakan komitmen 100 juta barel akan dilaksanakan melalui koordinasi dengan IEA, sementara pembahasan tambahan mengenai pelepasan diesel dapat dilakukan kembali apabila diperlukan.
Model koordinasi tersebut penting agar pelepasan stok tidak berjalan sendiri-sendiri dan dapat disesuaikan dengan kondisi pasar.
Pertaruhan Stabilitas Harga Energi
Keputusan membuka cadangan menunjukkan bahwa tekanan harga diesel telah berkembang menjadi persoalan lintas negara.
Amerika Serikat menghadapi kenaikan harga bahan bakar, sementara Eropa membutuhkan pasokan tambahan di tengah gangguan perdagangan energi global. Pelepasan stok darurat menjadi respons jangka pendek yang diharapkan dapat menambah pasokan dan meredakan tekanan harga.
Bagi pasar internasional, perkembangan berikutnya akan sangat bergantung pada seberapa cepat minyak dan produk diesel dari cadangan tersebut benar-benar masuk ke pasar.
Klaim Trump bahwa Eropa akan melepas “jumlah besar” cadangan diesel kini telah diikuti oleh kesepakatan konkret G7 mengenai pelepasan 100 juta barel minyak dan produk minyak selama empat bulan. Namun, rincian akhir mengenai komposisi diesel, minyak mentah, negara pemasok dan volume masing-masing masih dalam proses pelaksanaan dan koordinasi.













Komentar