JurnalPatroliNews – MADRID — Perayaan Iduladha 1447 Hijriah di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Madrid berlangsung hangat dan penuh kebersamaan bagi diaspora Indonesia yang menetap di Spanyol.
Tak hanya menjadi momentum ibadah dan silaturahmi, perayaan tersebut juga menjadi pengobat rindu terhadap suasana dan cita rasa khas Indonesia yang jarang ditemui di negeri rantau.
Dalam unggahan video di kanal YouTube Wisma RI Madrid yang dikutip Kamis, 28 Mei 2026, Duta Besar RI untuk Kerajaan Spanyol Muhammad Najib menyampaikan ucapan selamat Iduladha kepada seluruh diaspora Indonesia di berbagai wilayah Spanyol.
“Izinkan saya atas nama KBRI, atas nama Duta Besar Republik Indonesia yang bertugas di Kerajaan Spanyol, atas nama keluarga, atas nama seluruh staf KBRI di Madrid baik home staff maupun lokal staff untuk mengucapkan selamat Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, taqabbalallahu minna wa minkum minal aidin wal faizin,” ujarnya.
Najib juga mengingatkan makna mendalam Iduladha sebagai simbol ketakwaan dan pengorbanan melalui keteladanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail.
Menurut dia, perayaan Iduladha menjadi pengingat agar umat Islam tidak lebih mencintai harta, jabatan, maupun urusan duniawi dibandingkan kepada Allah SWT.
Suasana kekeluargaan semakin terasa dengan kehadiran mahasiswa Indonesia yang tengah mengikuti program pertukaran pelajar di Spanyol.
Salah satunya disampaikan Zarufi Hawari, mahasiswa Universitas Darussalam Gontor yang mengikuti program student mobility di Universidad de Córdoba.
Ia mengaku perayaan Iduladha di KBRI Madrid menjadi pengalaman yang berkesan selama tinggal di luar negeri.
“Jujur ini pertama kali kita mengikuti perayaan Iduladha ataupun perayaan Islam di luar negeri khususnya, dan ini pengalaman yang luar biasa. Setelah kita berpisah dengan negeri itu kurang lebih dua sampai tiga bulan, akhirnya kita bisa merasakan sambal sate kembali, terus ada kerupuk, ada sup daging. Itu benar-benar mengobati rasa rindu kami,” kata Zarufi.
Hal senada disampaikan Muhammad Abiyu yang mengaku suasana kebersamaan bersama diaspora Indonesia di Madrid membangkitkan nostalgia kampung halaman.
“Memang memori-memori kita tentang Indonesia, kuah sate dan lain sebagainya itu memang mengenang sekali. Berbahasa Indonesia bersama teman-teman di sini membuat semua yang telah kita alami sejak kecil bisa terulang kembali di sini,” ujarnya.
Perayaan Iduladha di Wisma RI Madrid juga dihadiri warga Muslim dari berbagai negara.
Seorang pekerja perangkat lunak asal Mesir bernama Muhammad Ibrahim mengaku terkesan dengan keramahan masyarakat Indonesia serta hidangan khas Nusantara yang mengingatkannya pada kampung halaman.
“Saya suka dengan sup ini. Yang saya coba ini sangat mengingatkan saya ke rumah,” tuturnya.














