JurnalPatroliNews – MOSKOW — Iran menyatakan kesediaannya untuk mengakhiri konflik dengan Amerika Serikat dan Israel, dengan syarat empat tuntutan utama yang diajukan dapat dipenuhi secara penuh.
Duta Besar Iran untuk Rusia, Kazem Jalali, mengungkapkan bahwa syarat tersebut mencakup penghentian total dan permanen agresi, jaminan konkret agar konflik tidak kembali terjadi, pemberian kompensasi menyeluruh atas kerugian material dan moral, serta pengakuan terhadap yurisdiksi Iran atas Selat Hormuz guna menjamin keamanan maritim.
Dalam keterangannya kepada TASS, Jalali menegaskan bahwa Iran tetap menghargai berbagai upaya mediasi internasional yang tengah berlangsung. Namun, ia menekankan bahwa perdamaian hanya dapat tercapai apabila seluruh syarat tersebut dipenuhi secara konsisten.
“Meskipun sangat menghargai peran dan upaya para mediator, kami percaya bahwa perdamaian bergantung sepenuhnya pada kepatuhan terhadap kewajiban-kewajiban ini,” ujar Jalali, Jumat (3/4/2026).
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa setiap proposal gencatan senjata maupun penyelesaian jangka panjang harus mencerminkan kondisi nyata di lapangan serta memenuhi aspek hukum dan politik demi terciptanya perdamaian yang adil dan berkelanjutan.
Jalali juga menegaskan bahwa Iran akan terus menggunakan haknya untuk membela diri hingga ancaman yang dirasakan benar-benar dihilangkan.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa pihak Iran telah mendekati Washington untuk mengajukan permintaan gencatan senjata. Ia menambahkan bahwa pemerintah AS akan mempertimbangkan langkah tersebut setelah keamanan pelayaran di Selat Hormuz kembali terjamin.
Trump menegaskan, operasi militer akan tetap berlanjut hingga jalur strategis tersebut sepenuhnya aman dan terbuka bagi aktivitas pelayaran internasional.














