JurnalPatroliNews – Jakarta -Iran dijadwalkan menggelar prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei di Kota Mashhad, Kamis (9/7/2026), di tengah meningkatnya ketegangan kawasan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan gencatan senjata dengan Iran telah berakhir dan membuka peluang dilakukannya operasi militer lanjutan.
Prosesi pemakaman akan dilaksanakan di Kompleks Makam Imam Reza, salah satu situs paling suci bagi umat Syiah. Sebelum dimakamkan, rangkaian penghormatan terakhir telah berlangsung di sejumlah wilayah Iran serta kota-kota suci Syiah di Irak, yakni Najaf dan Karbala, dengan kehadiran jutaan pelayat.
Pemerintah Provinsi Mashhad memperkirakan jumlah pelayat yang menghadiri pemakaman dapat mencapai sekitar 15 juta orang, menjadikannya salah satu prosesi penghormatan terbesar dalam sejarah Republik Islam Iran.
Di sisi lain, situasi keamanan kawasan kembali memanas setelah Amerika Serikat melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran menyusul insiden terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz. Pemerintah AS menuding Iran bertanggung jawab atas gangguan terhadap jalur pelayaran internasional tersebut.
Presiden Donald Trump menegaskan bahwa kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya sempat dibangun tidak lagi berlaku. Ia juga memperingatkan bahwa Washington siap mengambil langkah militer yang lebih besar apabila Iran kembali mengancam keamanan jalur perdagangan internasional.
Meningkatnya eskalasi antara Washington dan Teheran memicu kekhawatiran masyarakat internasional terhadap potensi meluasnya konflik di Timur Tengah. Selain berdampak pada stabilitas keamanan regional, ketegangan tersebut juga dinilai berpotensi mengganggu jalur distribusi energi dan perdagangan global yang melintasi kawasan Teluk










Komentar