JurnalPatroliNews – Teheran – Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, secara tegas membantah klaim Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengenai keinginan Teheran untuk mencapai kesepakatan damai.
Dalam wawancara eksklusif dengan Face the Nation di CBS News, Minggu (15/3/2026), Araghchi menyatakan bahwa Iran sama sekali tidak tertarik untuk kembali ke meja perundingan dengan Washington.
Pernyataan ini merespons pidato Trump pada Sabtu (14/3) yang mengeklaim bahwa Iran sedang mendesak adanya kesepakatan untuk mengakhiri konflik di kawasan.
Sebaliknya, Araghchi menegaskan bahwa posisi Iran saat ini sangat stabil dan tidak merasa perlu melakukan dialog dengan pihak yang dianggap telah mengkhianati proses komunikasi sebelumnya.
“Kami tidak melihat alasan mengapa kami harus berbicara dengan Amerika, karena kami sedang berbicara dengan mereka ketika mereka memutuskan untuk menyerang kami,” ujar Araghchi merujuk pada ketidakpercayaan yang mendalam akibat pengalaman masa lalu, dikutip dari AFP.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Iran tidak pernah mengajukan permintaan gencatan senjata maupun inisiasi negosiasi kepada pihak AS. Menurutnya, pengalaman diplomatis Iran dengan Washington tidak memberikan hasil yang baik, sehingga dialog saat ini dipandang tidak relevan.
Meski menutup pintu bagi AS, Araghchi mengungkapkan bahwa Teheran tetap bersedia menjalin komunikasi dengan negara-negara lain, khususnya terkait jaminan keamanan pelayaran di Selat Hormuz.
Ia menyebut sejumlah negara telah menghubungi Iran untuk memastikan jalur aman bagi kapal tanker mereka di jalur ekspor minyak paling strategis di dunia tersebut.
“Kami cukup stabil dan kuat. Kami hanya membela rakyat kami,” pungkas Araghchi menutup wawancara tersebut.













