JurnalPatroliNews – Jakarta – Presiden Prancis Emmanuel Macron menegaskan bahwa langkah Israel memperluas serangan di Gaza atau melakukan aneksasi wilayah tidak akan mampu menghentikan gelombang dukungan internasional terhadap pengakuan negara Palestina.
Prancis termasuk di antara negara-negara yang akan mendorong pengakuan resmi Palestina dalam Sidang Umum PBB di New York bulan ini. Belgia baru saja menyatakan bergabung dengan inisiatif serupa, menambah daftar negara Barat yang mendukung.
“Tidak ada serangan, aneksasi, ataupun pengusiran paksa yang bisa membendung momentum yang telah kami bangun bersama Putra Mahkota Arab Saudi momentum yang kini didukung banyak mitra,” tulis Macron di akun X usai berbincang dengan Mohammed bin Salman, Rabu (3/9/2025) dikutip dari Al Arabiya.
Macron mengungkapkan bahwa dirinya bersama Pangeran Mohammed akan memimpin Konferensi Solusi Dua Negara di New York pada 22 September mendatang. “Tujuan kami jelas, yakni menghimpun dukungan global bagi solusi dua negara sebagai jalan satu-satunya untuk mewujudkan aspirasi sah rakyat Palestina dan Israel,” tegasnya.
Ia menambahkan, syarat menuju solusi tersebut meliputi gencatan senjata permanen, pembebasan seluruh sandera, distribusi bantuan kemanusiaan besar-besaran ke Gaza, serta pengiriman misi stabilisasi. Macron juga menekankan pentingnya pelucutan Hamas dari kekuasaan di Gaza, penguatan Otoritas Palestina, serta rekonstruksi penuh wilayah Gaza.
Selain itu, Macron mengkritik langkah Amerika Serikat yang menolak memberi visa bagi pejabat Palestina yang hendak hadir di Sidang Umum PBB. “Keputusan itu tidak bisa diterima. Kami menyerukan agar segera dicabut sesuai ketentuan Perjanjian Negara Tuan Rumah,” ujarnya.
“Jumpa di New York pada 22 September. Mari kita wujudkan konferensi ini sebagai titik balik menuju perdamaian dan keamanan bagi seluruh kawasan,” pungkas Macron.













