JurnalPatroliNews – JAKARTA — Presiden Prancis Emmanuel Macron menyerukan kepada negara-negara dunia untuk memperkuat kemandirian dan tidak bergantung pada Amerika Serikat dalam menghadapi dinamika global yang kian kompleks.
Seruan tersebut disampaikan Macron saat berbicara di hadapan mahasiswa di Universitas Yonsei, Korea Selatan, pada Jumat (3/4/2026). Ia mengajak negara-negara seperti Eropa, Korea Selatan, Jepang, Brasil, Australia, dan Kanada untuk memperkuat kerja sama demi menciptakan keseimbangan baru dalam hubungan internasional.
Menurut Macron, ketergantungan yang berlebihan terhadap satu kekuatan global berpotensi menimbulkan risiko, terutama jika dihadapkan pada kebijakan yang tidak konsisten.
Menanggapi pernyataan tersebut, Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Anas Urbaningrum menilai sikap Macron sebagai langkah tepat dalam memperbaiki tatanan global.
“Pernyataan dan sikap yang waras untuk menyehatkan kembali relasi internasional. Semangat kerja sama, saling menghormati, dan kesetaraan adalah dasar bagi dunia yang aman dan damai,” ujar Anas melalui akun X miliknya, Minggu (5/4/2026).
Ia juga menyoroti dampak kebijakan mantan Presiden AS Donald Trump yang dinilai telah mengganggu stabilitas global.
“Trump telah merusak tatanan pergaulan internasional dan kehidupan rakyat di berbagai belahan dunia, termasuk di negaranya sendiri,” tegasnya.
Anas menilai kondisi global saat ini tengah diliputi kecemasan akibat kebijakan yang tidak stabil. Ia menekankan pentingnya peran para pemimpin dunia untuk mengembalikan stabilitas melalui pendekatan yang rasional.
“Dunia sedang diliputi kecemasan. Harus disehatkan kembali dengan pikiran, sikap, dan tindakan yang waras. Itu tugas para pemimpin dunia,” ujarnya.
Dalam konteks tersebut, Anas menilai pernyataan Macron menjadi momentum penting untuk mendorong arah baru hubungan internasional yang lebih seimbang dan berlandaskan kerja sama global.














