JurnalPatroliNews – WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali menjadi sorotan setelah mengklaim berhasil meraih nilai sempurna dalam empat tes kognitif yang dijalaninya selama beberapa tahun terakhir.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump melalui akun media sosial Truth Social menyusul dirilisnya hasil pemeriksaan kesehatan terbaru oleh Gedung Putih. Dalam unggahannya, Trump menegaskan bahwa kondisi kesehatannya berada dalam keadaan sangat baik, termasuk kemampuan kognitifnya.
“Berbeda dengan presiden-presiden AS lainnya, yang tidak pernah menjalani tes kognitif sulit yang telah disetujui, saya mendapatkan nilai sempurna 30 dari 30,” tulis Trump, dikutip Senin (1/6/2026).
Politikus Partai Republik itu mengungkapkan bahwa tes yang baru dijalaninya merupakan tes kognitif keempat. Menurutnya, seluruh tes tersebut berhasil diselesaikan dengan skor sempurna.
Trump bahkan mengklaim telah menjawab dengan benar seluruh 120 pertanyaan yang diberikan dalam empat kali pemeriksaan tersebut.
“Jarang sekali seseorang mendapatkan nilai sempurna, apalagi empat kali berturut-turut,” ujarnya.
Dalam unggahan yang sama, Trump menyindir lawan-lawan politiknya sekaligus mengusulkan agar seluruh calon presiden dan wakil presiden Amerika Serikat diwajibkan mengikuti tes kognitif dengan tingkat kesulitan tinggi sebelum mengikuti pemilihan umum.
Ia juga mendorong Kongres AS untuk mempertimbangkan aturan yang mewajibkan pemeriksaan kemampuan kognitif bagi para kandidat pemimpin nasional.
Pernyataan Trump muncul setelah Gedung Putih merilis hasil pemeriksaan medis terbaru yang dilakukan di Walter Reed Military Medical Center. Laporan tersebut menyebutkan bahwa presiden yang akan berusia 80 tahun pada Juni ini masih berada dalam kondisi kesehatan yang sangat baik.
Dokter kepresidenan, Sean Barbabella, menyatakan Trump memiliki fungsi jantung, paru-paru, dan sistem saraf yang kuat serta kondisi fisik yang dinilai memadai untuk menjalankan tugas sebagai kepala negara sekaligus panglima tertinggi militer Amerika Serikat.
Laporan medis itu juga menyoroti sejumlah kondisi yang sempat menjadi perhatian publik, termasuk pembengkakan ringan pada kaki dan memar pada tangan. Namun, tim dokter memastikan kondisi tersebut tidak membahayakan kesehatan Trump dan menunjukkan perbaikan dibandingkan hasil pemeriksaan tahun sebelumnya.
Selain itu, pemeriksaan neurologis menunjukkan status mental yang normal. Hasil skrining depresi dan kecemasan juga berada dalam batas normal, sehingga tidak ditemukan gangguan yang dapat memengaruhi kemampuan Trump menjalankan tugas kepresidenan.
Hasil pemeriksaan kesehatan tersebut kembali menjadi perhatian publik Amerika Serikat mengingat usia Trump yang kini mendekati 80 tahun dan masih aktif menjalankan agenda pemerintahan serta aktivitas politik nasional.














