Misi Perdamaian Gaza: ISF Proyeksikan 32 Ribu Personel, Indonesia Jadi Wakil Komandan

JurnalPatroliNews – Jakarta -Rencana besar stabilisasi kawasan Gaza mulai terkuak dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) perdana Board of Peace (BoP) di Washington DC.

Pasukan internasional yang tergabung dalam International Stabilization Force (ISF) secara resmi mengumumkan peta jalan penempatan personel guna menjaga perdamaian dan mendukung rekonstruksi di wilayah tersebut.

Komandan ISF, Mayor Jenderal Jasper Jeffers, mengungkapkan bahwa wilayah Gaza akan dibagi menjadi lima sektor operasi utama, yakni Rafah, Khan Younis, Deir el-Balah, Kota Gaza, dan Gaza Utara. Dalam skema tersebut, setiap sektor akan diperkuat oleh satu brigade pasukan.

“Tim dari Angkatan Darat Amerika Serikat sudah mulai menyiapkan infrastruktur melalui Joint Operation Center.

Penempatan tahap awal akan difokuskan di Rafah, sebelum nantinya berkembang secara bertahap ke sektor lainnya,” jelas Jeffers, Kamis (19/3/2026).

Misi ini diproyeksikan melibatkan kekuatan besar dalam jangka panjang, yakni sekitar 12.000 personel polisi dan 20.000 tentara ISF.

Sebagai informasi, sesuai standar militer internasional, satu brigade umumnya diperkuat oleh 3.000 hingga 5.000 prajurit.

Indonesia memegang peranan krusial dalam misi ini setelah ditunjuk sebagai Wakil Komandan (Deputy Commander) ISF.

Pemerintah Indonesia telah berkomitmen menerjunkan 8.000 pasukan dalam fase awal, bergabung bersama empat negara pionir lainnya: Maroko, Kazakhstan, Kosovo, dan Albania.

“Saya dengan bangga mengumumkan bahwa lima negara pertama telah berkomitmen mengirimkan pasukan untuk bertugas di ISF: Indonesia, Maroko, Kazakhstan, Kosovo, dan Albania,” tambah Jeffers.

Selain dukungan militer, dua negara tetangga, Mesir dan Yordania, dikabarkan akan memfokuskan peran mereka pada pelatihan kepolisian lokal di Gaza. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan stabilitas keamanan yang berkelanjutan agar proses pembangunan kembali Gaza dapat berjalan lancar.