JurnalPatroliNews – Jakarta – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dikabarkan menghubungi langsung Perdana Menteri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani, untuk menyampaikan permintaan maaf atas serangan Israel yang menargetkan Hamas di wilayah Qatar. Panggilan telepon itu berlangsung dari Gedung Putih, Washington, pada Senin (29/9), bertepatan dengan pertemuan Netanyahu bersama Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Menurut pernyataan resmi Gedung Putih, Netanyahu mengekspresikan penyesalan mendalam atas serangan rudal yang menewaskan seorang tentara Qatar. Ia juga mengakui bahwa operasi militer tersebut, yang diarahkan kepada pimpinan Hamas saat negosiasi penyanderaan tengah berlangsung, secara tidak sengaja melanggar kedaulatan Qatar. Netanyahu menegaskan Israel tidak akan mengulangi serangan serupa di masa depan.
Sebagai tindak lanjut, Netanyahu dan Sheikh Mohammed sepakat membentuk forum trilateral yang akan fokus pada peningkatan koordinasi, perbaikan komunikasi, serta penyelesaian persoalan bersama. Kedua pemimpin juga berkomitmen memperkuat upaya kolektif dalam menghadapi ancaman regional.
Sebelumnya, Netanyahu dikenal kerap melontarkan kritik keras terhadap Qatar, meski negara Teluk tersebut menjadi lokasi pangkalan militer terbesar AS di kawasan. Ia menuding Qatar memberi ruang bagi Hamas, meskipun pengaturan itu sejatinya sudah lama mendapat persetujuan diam-diam dari Israel demi menyeimbangkan pengaruh Iran.
Situasi semakin memanas setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Israel memperluas operasi militernya, bukan hanya di Gaza tetapi juga ke Iran, Suriah, Lebanon, hingga Yaman.
Di sisi lain, Presiden Trump menyatakan ketidaksenangannya atas serangan Israel ke Qatar. Trump, yang memiliki hubungan dekat dengan Doha, menilai langkah Netanyahu kontraproduktif, apalagi dilakukan di tengah proses perundingan gencatan senjata yang diinisiasi Amerika Serikat.














