JurnalPatroliNews – Jakarta – Pemerintah Venezuela secara resmi memulai proses perundingan untuk memulihkan hubungan diplomatik dengan Amerika Serikat pada Jumat, 9 Januari 2026. Langkah diplomatik yang signifikan ini diambil hanya sepekan setelah peristiwa penangkapan Nicolas Maduro oleh otoritas Amerika Serikat.
Menyusul pengumuman tersebut, sejumlah diplomat asal Amerika Serikat dilaporkan telah tiba di ibu kota Caracas.
Fokus utama dari kehadiran tim perwakilan ini adalah merundingkan pembukaan kembali Kedutaan Besar Amerika Serikat di Venezuela yang telah ditutup selama beberapa tahun terakhir.
Di saat yang bersamaan, di Washington, Presiden Donald Trump dilaporkan mengadakan pertemuan dengan perwakilan sejumlah perusahaan minyak terkemuka asal Amerika Serikat.
Pertemuan tersebut secara khusus membahas rencana strategis mengenai pengelolaan cadangan minyak mentah Venezuela oleh perusahaan-perusahaan Amerika Serikat di masa depan.
Inisiatif pemulihan hubungan ini merupakan kesepakatan dari pemerintahan sementara Venezuela yang kini dipimpin oleh Presiden Interim Delcy Rodriguez. Langkah eksploratif ini dilakukan setelah Nicolas Maduro dan istrinya dibawa ke Amerika Serikat untuk menghadapi proses peradilan terkait kasus penyelundupan narkoba.
Menteri Luar Negeri Venezuela, Yvan Gil, menyatakan bahwa proses diplomatik ini bertujuan untuk membangun kembali misi diplomatik di kedua negara secara utuh.
Pejabat Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat mengonfirmasi bahwa diplomat John McNamara telah ditugaskan ke Caracas untuk melakukan penilaian awal terkait peluang pembukaan kembali kerja sama bilateral kedua negara.
Hubungan diplomatik antara Amerika Serikat dan Venezuela sebelumnya terputus pada tahun 2019 selama periode pertama pemerintahan Donald Trump.
Saat itu, penutupan Kedutaan Besar di Caracas dilakukan setelah adanya perselisihan pengakuan hasil pemilu, yang mengakibatkan seluruh misi diplomatik untuk Venezuela dialihkan ke Kolombia selama bertahun-tahun.













