Peringatan Udara di Wilayah Tyre: Militer Israel Batasi Pergerakan Warga ke Arah Selatan

JurnalPatroliNews – Jakarta – Militer Israel melancarkan operasi psikologis dengan menjatuhkan ribuan selebaran peringatan (leaflet) dari udara di wilayah Lebanon Selatan pada Minggu (26/4).

Langkah ini dilakukan untuk memberikan instruksi tegas kepada warga di 21 desa agar tidak mendekati kawasan Sungai Litani serta melarang pergerakan ke arah selatan.

Penyebaran informasi melalui udara ini difokuskan di wilayah Tyre dan sekitarnya. Berdasarkan laporan media Lebanon, Al Jadeed News, selebaran tersebut berisi peta dan instruksi spesifik yang melarang penduduk beraktivitas di sejumlah titik strategis guna menghindari area operasi militer aktif.

Pihak militer Israel menyatakan bahwa langkah ini diambil sebagai respons atas apa yang mereka sebut sebagai aktivitas teroris berkelanjutan oleh kelompok Hizbullah.

Beberapa desa yang masuk dalam daftar peringatan ketat tersebut antara lain Mazraat Bayt al-Siyada, Majdal Zoun, Zibqin, hingga kawasan pegunungan di Kfar Shouba dan Ain Ata. Selain Sungai Litani, warga juga dilarang melintasi Lembah Salhani dan wilayah Al-Salqouqi.

Di saat yang bersamaan, stabilitas keamanan di kawasan tersebut dilaporkan kian rapuh. Kelompok Hizbullah mengeklaim telah melancarkan serangan balasan menggunakan pesawat tanpa awak (drone) yang menargetkan sekumpulan tentara Israel di Kota Taybeh, Lebanon Selatan.

Serangan tersebut diklaim menimbulkan korban jiwa di pihak militer Israel, meski detail mengenai jumlah korban belum dikonfirmasi secara resmi oleh pihak terkait.

Ketegangan ini meningkat setelah serangkaian serangan udara Israel pada Sabtu (25/4) dilaporkan menewaskan sedikitnya tujuh orang.

Kementerian Kesehatan Lebanon mengonfirmasi bahwa selain korban jiwa, terdapat 24 orang lainnya yang mengalami luka-luka, termasuk tiga anak-anak yang terkena dampak ledakan di wilayah permukiman.

Insiden saling serang ini menjadi indikasi nyata bahwa kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya telah diperbarui hingga tiga pekan ke depan berada dalam posisi yang sangat rentan.

Meskipun jalur diplomasi masih diupayakan, kontak senjata di lapangan menunjukkan bahwa kedua belah pihak masih terlibat dalam konfrontasi aktif di sepanjang garis perbatasan.