Reliance India Siap Lirik Minyak Venezuela Jika Keran Ekspor Dibuka

JurnalPatroliNews – Jakarta – Raksasa energi India, Reliance Industries Ltd, menyatakan terbuka untuk kembali mengimpor minyak mentah asal Venezuela apabila penjualan komoditas tersebut diizinkan bagi pembeli di luar Amerika Serikat.

Perusahaan ini mengoperasikan kompleks kilang minyak terbesar di dunia dan dikenal memiliki fleksibilitas tinggi dalam pengolahan minyak berat.

Melalui keterangan resminya, juru bicara Reliance menegaskan bahwa perusahaan saat ini masih menunggu kepastian regulasi terkait akses minyak Venezuela bagi negara non-AS. Keputusan pembelian baru akan diambil setelah aturan tersebut benar-benar jelas.

“Kami masih menanti kepastian mengenai kebijakan ekspor minyak Venezuela untuk pembeli di luar Amerika Serikat. Jika dibuka, kami akan mempertimbangkannya dengan tetap mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku,” ujar juru bicara Reliance, seperti dikutip Reuters, Jumat, 9 Januari 2026.

Tidak hanya Reliance, dua badan usaha milik negara India di sektor pengilangan, yakni Indian Oil Corporation (IOC) dan Hindustan Petroleum Corporation Limited (HPCL), juga disebut-sebut berpeluang mengambil langkah serupa. Kendati demikian, hingga kini kedua perusahaan tersebut belum mengeluarkan pernyataan resmi.

Sebelumnya, Reliance menghentikan impor minyak Venezuela sejak Maret 2025. Langkah itu diambil menyusul kebijakan Presiden AS Donald Trump yang menetapkan tarif sebesar 25 persen terhadap negara-negara yang membeli minyak dari Venezuela. Pengiriman terakhir minyak mentah Venezuela ke kilang Reliance tercatat pada Mei 2025.

Isyarat perubahan situasi muncul setelah Amerika Serikat dan Venezuela mencapai kesepakatan baru pekan ini. Kesepakatan tersebut membuka jalan ekspor minyak mentah Venezuela ke AS dengan nilai hingga 2 miliar dolar AS, setara sekitar 30 hingga 50 juta barel. Perjanjian ini terjadi setelah insiden penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro beserta istrinya oleh pasukan AS pada 3 Januari lalu.

Dari sisi operasional, kilang milik Reliance di Gujarat Barat—dengan total kapasitas pengolahan sekitar 1,4 juta barel per hari—dinilai sangat cocok untuk memproses minyak mentah berat dan berharga rendah, termasuk jenis Merey dari Venezuela.

Analis Kpler, Sumit Ritola, menilai apabila minyak Venezuela kembali membanjiri pasar internasional, kemungkinan besar akan ditawarkan dengan harga diskon.

“Kehadiran kembali minyak Venezuela dapat memberikan fleksibilitas tambahan dalam pemilihan bahan baku serta meningkatkan efisiensi biaya bagi kilang yang kompatibel, meskipun volumenya kemungkinan terbatas,” ujarnya.

Bagi India, minyak mentah Venezuela juga dipandang sebagai opsi yang relatif lebih netral secara geopolitik dibandingkan minyak Rusia. Selama ini, New Delhi berada di bawah sorotan negara-negara Barat agar menekan impor minyak Rusia akibat konflik berkepanjangan di Ukraina.