JurnalPatroliNews – SAN FRANCISCO – Rumah CEO OpenAI, Sam Altman, menjadi sasaran serangan bom molotov pada Jumat dini hari (10/4/2026) waktu setempat. Insiden tersebut terjadi di kawasan North Beach, San Francisco, sekitar pukul 04.00.
Kepolisian San Francisco Police Department mengungkapkan, pelaku yang berusia 20 tahun melemparkan alat peledak rakitan ke arah kediaman Altman. Lemparan tersebut sempat memicu kebakaran pada bagian gerbang luar rumah sebelum pelaku melarikan diri dengan berjalan kaki.
Pihak OpenAI membenarkan bahwa lokasi kejadian merupakan rumah pribadi Sam Altman. Meski sempat terjadi kebakaran kecil, tidak ada korban dalam peristiwa tersebut.
“Syukurlah tidak ada yang terluka. Kami sangat menghargai respons cepat kepolisian dan dukungan kota dalam menjaga keselamatan karyawan kami,” ujar juru bicara OpenAI, dikutip dari Al Jazeera, Sabtu (11/4/2026).
Sekitar satu jam setelah kejadian, polisi berhasil menangkap tersangka di dekat kantor pusat OpenAI yang berjarak sekitar 4,8 kilometer dari lokasi rumah Altman. Saat diamankan, pelaku diduga tengah mengancam akan membakar gedung tersebut.
Hingga kini, pihak kepolisian belum mengungkap identitas maupun motif di balik aksi penyerangan tersebut. Penyelidikan masih terus dilakukan untuk mendalami latar belakang dan kemungkinan keterkaitan dengan ancaman lain terhadap perusahaan teknologi tersebut.














